Identitas Diri Vtuber Indonesia: Kajian Tindak Tutur Ekspresif Pada Siaran Langsung Di Kanal Youtube
Anggreani Puspitasari Siswanto, Dr. Wira Kurniawari, S.S., M.A.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Pada komunikasi virtual, Vtuber tidak hanya berperan sebagai penyaji hiburan digital, tetapi juga membangun identitas digital melalui praktik kebahasaan yang digunakan selama berinteraksi dengan audiens. Salah satu bentuk bahasa yang dominan digunakan ialah tindak tutur ekspresif, yaitu tuturan yang mengungkapkan sikap psikologis, emosi, penilaian, dan respon penutur terhadap situasi tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh Vtuber dalam interaksi siaran langsung, (2) menganalisis fitur-fitur pragmatik yang memediasi pembentukan makna tindak tutur ekspresif, serta (3) menjelaskan proses konstruksi identitas digital melalui pembentukan persona komunikatif dan aspek-aspek sosial dalam interaksi siaran langsung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiopragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam siaran langsung Mikazuki Arion di Youtube. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dengan melakukan transkripsi terhadap video siaran langsung, kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis tindak tutur ekspresif, konteks tuturan, fitur pragmatik, serta fungsi tuturan. Analisis data dilakukan secara bertahap, yaitu mengidentifikasi jenis tindak tutur ekspresif, menganalisis fitur-fitur pragmatik yang menyertainya, mengkaji relasi antara tindak tutur ekspresif, fitur pragmatik, dan mediasi makna dalam pembentukan persona komunikatif, serta menganalisis aspek-aspek sosial yang berkontribusi terhadap konstruksi identitas digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tindak tutur ekspresif yang ditemukan meliputi sapaan, pujian, ucapan terima kasih, kegembiraan, keluhan, permintaan maaf, keterkejutan, harapan, kepanikan, kejengkelan, dan apresiasi; (2) tindak tutur tersebut direalisasikan melalui berbagai fitur pragmatik, yaitu interjeksi, repetisi, hiperbola, evaluasi leksikal, formula ekspresif, dan campur kode, yang berperan sebagai mediator dalam pembentukan makna pragmatik; (3) kombinasi tindak tutur ekspresif dan fitur pragmatik menghasilkan tujuh persona komunikatif, yaitu energik, ekspresif, empatis, penghibur, apresiatif, afiliatif, dan global. Persona komunikatif tersebut memperoleh penguatan melalui tiga aspek sosial, yaitu praktik interaksi dalam siaran langsung, praktik multibahasa dalam komunitas digital, dan pengakuan audiens terhadap karakter komunikasi. Sehingga membentuk enam identitas digital MA, yaitu identitas ekspresif, identitas interaktif, identitas adaptif, identitas global, identitas performatif, dan identitas berorientasi pada audiens.
Penelitian ini menghasilkan model konseptual konstruksi identitas digital yang menunjukkan bahwa identitas digital terbentuk melalui tahapan tindak tutur ekspresif, fitur pragmatik, mediasi makna, persona komunikatif, aspek-aspek sosial hingga identitas digital. Model tersebut menunjukkan bahwa identitas digital tidak terbentuk secara langsung melalui penggunaan bahasa, melainkan melalui proses kebahasaan dan sosial yang berlangsung secara bertahap dalam interaksi siaran langsung. Temuan ini memperkaya kajian sosiopragmatik, khususnya mengenai konstruksi identitas digital dalam komunikasi virtual, serta dapat menjadi kerangka analisis bagi penelitian mengenai identitas digital pada Vtuber maupun bentuk komunikasi digital lainnya.
In virtual communication, Vtubers not only serve as providers of digital entertainment but also construct digital identities through the language practices they employ when interacting with their audience. One of the dominant forms of language used is expressive speech acts-utterances that reveal the speaker’s psychological attitudes, emotions, evaluations, and responses to specific situastions. Therefore, this study aims to (1) identify the types of expressive speech acts used by Vtuber in live-stream interactions, (2) analyze the pragmatic features that mediate the meaning formation of expressive speech acts, and (3) explain the process of digital identity construction through the formation of communicative personas and social aspects in live-stream interactions.
This research employs a sociopragmatic approach using a descriptive qualitative method. The research data consists of utterances containing expressions speech acts from Mikazuki Arion’s live streams on Youtube. Data was collected through the listen-andrecord technique by transcribing the live stream videos, then classified based on the type of expressive speech acts, the context of the utterance, pragmatic features, and the function of the utterance. Data analysis was conducted in stages: first, identifying the types of expressive speech acts; second, analyzing the accompanying pragmatic features; third, examining the relationship between expressive speech acts, pragmatic features, and the meditation of meaning in the formation of a communicative persona; and finally analyzing the social aspects that contribute to the construction of digital identity.
The results of the study show that (1) the types of expressive speech acts identified include praise, greetings, expressions of thanks, joy, complaints, apologies, surprise, hope, panic, irritation, and appreciation. (2) These speech acts are realized through various pragmatic features, such as interjection, repetition, hyperbole, lexical evaluation, codemixing, and expressive formulas. (3) The combination of these expressive speech acts and pragmatic features contribute to the formation of MA’s communicative persona, which is energetic, expressive, empathetic, entertaining, appreciative, affiliative, and globally oriented. These communicative personas are reinforced through three social aspects, namely interaction practices in live streaming, multilingual practices in digital communities, and audience recognition of communication styles, thereby forming six digital identities of MA, namely expressive identity, interactive identity, adaptive identity, global identity, performative identity, and audience-oriented identity.
Kata Kunci : Identitas digital, Komunikasi virtual, Mikazuki Arion, Tindak tutur ekspresif, Sosiopragmatik, Vtuber Indonesia