Pengaruh Pemengaruh Keuangan Dan Rasa Takut Ketinggalan Pada Niat Berinvestasi Kripto Generasi Z Di Indonesia Melalui Peran Literasi Keuangan
Fathin Nabil Hakim, Basu Swastha Dharmmesta, Prof. Dr., M.B.A.
2026 | Skripsi | MANAJEMEN
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemengaruh keuangan dan rasa takut ketinggalan pada niat berinvestasi kripto Generasi Z di Indonesia serta mengidentifikasi peran literasi keuangan sebagai variabel mediasi dalam kedua hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode survei daring dengan model sampel bertujuan. Data diolah dari 245 responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Model (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa pemengaruh keuangan dan rasa takut ketinggalan berpengaruh positif dan signifikan pada niat berinvestasi kripto di kalangan Generasi Z di Indonesia. Literasi keuangan juga terbukti memediasi hubungan pemengaruh keuangan pada niat berinvestasi kripto secara positif. Selain itu, literasi keuangan terbukti memediasi hubungan rasa takut ketinggalan pada niat berinvestasi kripto, di mana peningkatan literasi keuangan mampu mengurangi dampak impulsif dari rasa takut ketinggalan dalam niat berinvestasi kripto. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi regulator, pelaku bisnis, dan investor muda dalam menyikapi dinamika investasi kripto di era digital.
This study aims to examine the influence of financial influencers and fear of missing out on the cryptocurrency investment intention of Generation Z in Indonesia, as well as to identify the mediating role of financial literacy in both relationships. This study employs a quantitative approach using an online survey method with a purposive sampling model. Data were processed from 245 respondents. Data analysis was conducted using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 software. The results indicate that in Indonesia, financial influencers and fear of missing out have a positive and significant influence on the cryptocurrency investment intention of Generation Z in Indonesia. Financial literacy was also proven to positively mediate the relationship between financial influencers and cryptocurrency investment intention. Furthermore, financial literacy was found to mediate the relationship between fear of missing out and cryptocurrency investment intention, wherein higher levels of financial literacy were able to reduce the impulsive impact of fear of missing out on cryptocurrency investment intention. This study provides valuable insights for regulators, business practitioners, and young investors in navigating the dynamics of cryptocurrency investment in the digital era.
Kata Kunci : Niat berinvestasi kripto, Pemengaruh Keuangan, Rasa Takut Ketinggalan, Literasi Keuangan, Generasi Z.