Laporkan Masalah

Evaluasi Model Bisnis Ekowisata dengan Pendekatan Business Model Canvas di Curug Cibeureum, Resor Selabintana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Galuh Ardiningrum, Slamet Riyanto, S.Hut., M.Si.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Pengembangan ekowisata menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Curug Cibeureum sebagai salah satu destinasi yang memiliki potensi besar, namun pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi model bisnis ekowisata di Curug Cibeureum serta merumuskan model bisnis usulan yang mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan secara berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola, serta penyebaran kuesioner kepada pengunjung. Wawancara mendalam dilakukan dengan 5 orang pengelola guna menggali strategi dan kendala operasional, sementara survei melalui penyebaran kuesioner kepada 60 responden pengunjung untuk mengetahui tingkat kepuasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Business Model Canvas yang dikombinasikan dengan Interpretive Structural Modeling (ISM) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis eksisting masih menghadapi hambatan seperti kurangnya sinergi antar pemangku kepentingan, keterbatasan keterlibatan masyarakat lokal, belum optimalnya promosi, serta belum adanya sistem evaluasi kepuasan pengunjung. Analisis ISM mengidentifikasi kurangnya kolaborasi stakeholder sebagai faktor utama. Integrasi hasil analisis menghasilkan model bisnis usulan yang lebih strategis, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui diversifikasi pendapatan, peningkatan peran masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan dan promosi destinasi. Model ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengeloolaan serta mendukunpengembangan ekowisata berkelanjutan.

The development of ecotourism has emerged as a pivotal strategy in advancing environmental sustainability while simultaneously enhancing the welfare of local communities. Curug Cibeureum represents a destination with considerable ecotourism potential; however, its management continues to face numerous operational challenges. This study aims to analyze and evaluate the existing ecotourism business model at Curug Cibeureum and to formulate a proposed business model capable of improving management effectiveness in a sustainable manner. Data were collected through field observations, interviews with site managers, and the distribution of questionnaires to visitors. In-depth interviews were conducted with five site managers to explore operational strategies and constraints, while a visitor survey was administered to 60 respondents to assess satisfaction levels. This study employs a Business Model Canvas (BMC) framework integrated with Interpretive Structural Modeling (ISM) and  SWOT analysis. The findings reveal that the existing business model is hindered by several limitations, including insufficient synergy among stakeholders, limited local community involvement, suboptimal promotional efforts, and the absence of a systematic visitor satisfaction evaluation mechanism. ISM analysis identified inadequate stakeholder collaboration as the primary driving factor underlying these constraints. The integration of analytical results yielded a proposed business model that is more strategic, comprehensive, and sustainable, encompassing revenue diversification, enhanced community participation, and the utilization of digital technology in destination management and promotion. This model is expected to improve managerial effectiveness and support the long-term development of sustainable ecotourism.

Kata Kunci : ekowisata, model bisnis, Business Model Canvas, ISM, SWOT, keberlanjutan

  1. S1-2026-494164-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494164-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494164-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494164-title.pdf