Laporkan Masalah

Konflik Batin dan Mekanisme Pertahanan Diri Tokoh Shibata dalam Novel Kuushin Techou: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud

Janu Triantomo, Wiastiningsih, S.S., M.A., Ph.D.

2026 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Penelitian ini mengkaji konflik batin dan mekanisme pertahanan diri tokoh Shibata dalam novel Kuushin Techou  karya Emi Yagi dengan pendekatan psikologi sastra. Kajian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud, terutama konsep struktur kepribadian yang terdiri atas id, ego, dan superego. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema dan fakta cerita dalam novel, menjelaskan konflik batin yang dialami oleh Shibata beserta penyebabnya, serta menganalisis mekanisme pertahanan diri yang digunakan Shibata dalam menghadapi tekanan batin. Dalam psikoanalisis Freud, konflik batin muncul ketika dorongan id, pertimbangan ego, dan tuntutan superego tidak berjalan seimbang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primer berupa teks novel Kuushin Techou , sedangkan data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi kutipan narasi, dialog, dan monolog yang menunjukkan konflik batin serta mekanisme pertahanan diri tokoh Shibata.

 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin Shibata muncul karena pertentangan antara id, ego, dan superego. Konflik batin terbesar Shibata terjadi ketika ia berbohong sedang hamil. Id mendorong Shibata untuk menolak tekanan kerja domestik pada karyawan perempuan dan mencari jalan keluar dari pekerjaan domestik yang tidak adil, tetapi superego menuntut Shibata untuk tetap patuh, profesional, dan mematuhi nilai moral. Ego kemudian mencari jalan tengah melalui kebohongan bahwa Shibata sedang hamil. Beberapa konflik batin menimbulkan kecemasan realitas, kecemasan moral, dan kecemasan neurotik. Dalam menghadapi kecemasan tersebut, Shibata menggunakan mekanisme pertahanan diri berupa rasionalisasi, fantasi, dan pembatalan. Melalui tokoh Shibata, Emi Yagi memperlihatkan bahwa tekanan sosial dan ketidakadilan gender dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Novel ini juga menunjukkan bahwa konflik batin individu tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sosial yang membentuknya. 

This study examines the inner conflict and defense mechanisms of the character Shibata in Emi Yagi’s novel Kuushin Techou  using a literary psychology approach. This study employs Sigmund Freud’s psychoanalytic theory, particularly the concept of the personality structure consisting of the id, ego, and superego. This study aims to describe the themes and plot of the novel, explain the inner conflicts experienced by Shibata and their causes, and analyze the defense mechanisms Shibata employs to cope with internal pressure. In Freud’s psychoanalysis, inner conflict arises when the impulses of the id, the considerations of the ego, and the demands of the superego are not in balance. The method used in this study is qualitative descriptive. The primary data source is the text of the novel Kuushin Techou , while supporting data was obtained from books, journals, scientific articles, and relevant previous studies. Data was collected through literature review and then analyzed by identifying narrative quotations, dialogues, and monologues that reveal Shibata’s inner conflict and defense mechanis

The results of the study indicate that Shibata’s inner conflict arises from the conflict between the id, ego, and superego. Shibata’s greatest inner conflict occurs when she lies about being pregnant. The id drives Shibata to resist the domestic work pressures placed on female employees and to seek an escape from unfair domestic duties, but the superego demands that Shibata remain obedient, professional, and adhere to moral values. The ego then seeks a middle ground through the lie that Shibata is pregnant. These internal conflicts give rise to reality anxiety, moral anxiety, and neurotic anxiety. In coping with these anxieties, Shibata employs defense mechanisms such as rationalization, fantasy, and denial. Through the character of Shibata, Emi Yagi demonstrates that social pressure and gender inequality can affect a person’s psychological state. The novel also shows that an individual’s inner conflicts cannot be separated from the social environment that shapes them. 

Kata Kunci : Psikoanalisis, Mekanisme Pertahanan Diri, Konflik Batin, Kuushin Techou

  1. S1-2026-502709-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502709-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502709-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502709-title.pdf