Laporkan Masalah

Analisis Psikologi Seni terhadap Musik Latar Tiktok sebagai Medium Pemicu Latah Gerak Penggunanya

DANI ARDIYAWAN, Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. ; Dr. Budi Irawanto, S.IP., M.A.

2026 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Penelitian ini menggali dan manganalisis latah gerak yang dipicu oleh musik latar TikTok. Latah gerak yang dimaksud merupakan kecenderungan individu untuk secara otomatis mengimitasi gerakan yang diasosiasikan dengan musik latar tertentu. Beberapa teori yang diacu untuk mendedah fenomena tersebut yakni Teori Kognitif Sosial (Bandura A., 2001) dan Fenomenologi (Maurice, 1945) sebagai teori utama, serta Performativitas (Butler, 1990) dan Flow (Csikszentmihalyi, 1990) sebagai teori pendukungnya. Melalui metode etnografi digital (netnografi), penelitian ini menelusuri korelasi antara musik latar TikTok terhadap penubuhan dan habit. Perspektif psikologi seni membantu mendeskripsikan bagaimana musik latar TikTok menjadi pemicu sensorik yang mengaktifkan respons motorik yang terinternalisasi melalui pengalaman sensorik berulang. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, pengisian kuesioner, observasi, dan pustaka. Responden terdiri atas Influencer TikTok dan pengguna biasa. Tren yang diteliti juga difokuskan pada tren yang lahir dan populer di Indonesia dengan batasan waktu awal 2023 hingga pertengahan 2025. Temuan yang diharapkan dari penelitian ini yakni untuk menunjukkan bahwa musik latar TikTok tidak hanya menggerakkan tubuh secara estetis, melainkan juga menstrukturkan kebiasaan tertubuhkan yang bersifat kolektif dan dominan. Penelitian ini akan menjawab bagaimana musik latar TikTok membentuk latah gerak penggunanya dalam perspektif psikologi seni, termasuk kaitannya dengan mekanisme psikologis yang terlibat dalam imitasi dan reproduksi gerak. Peran musik latar TikTok sebagai instrumen yang mendominasi pola koreografi di kalangan penggunanya juga akan dipaparkan dalam penelitian ini.

This study explores and analyzes latah gerak (motor echopraxia) triggered by TikTok backsound music. Latah gerak (motor echopraxia)) in this context refers to an individual's tendency to automatically imitate movements associated with particular backsound music. The theoretical frameworks employed to examine this phenomenon include Social Cognitive Theory (Bandura, 2001) and Phenomenology (Merleau-Ponty, 1945) as the primary theories, supported by Performativity Theory (Butler, 1990) and Flow Theory (Csikszentmihalyi, 1990). Using a digital ethnographic (netnographic) approach, this research investigates the correlation between TikTok backsound music and the processes of embodiment and habit formation. From the perspective of art psychology, TikTok backsound music functions as a sensory trigger that activates motor responses internalized through repeated sensory experiences. Data were collected through interviews, questionnaires, observations, and literature reviews. The respondents consisted of TikTok influencers and ordinary users. The study focuses on trends that originated and became popular in Indonesia between early 2023 and mid-2025. The expected findings of this research are to demonstrate that TikTok backsound music not only mobilizes the body aesthetically but also structures collective and dominant embodied habits. This study seeks to explain how TikTok backsound music shapes users’ latah gerak (motor echopraxia) from the perspective of art psychology, including its relationship with the psychological mechanisms involved in movement imitation and reproduction. Furthermore, the research examines the role of TikTok backsound music as an instrument that dominates choreographic patterns among its users.

Kata Kunci : latah gerak, musik latar, psikologi seni, TikTok

  1. S2-2026-546709-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546709-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546709-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546709-title.pdf