Representasi Perempuan Muda Menghadapi Masa Jeda Karier (Career Break) dalam Film Kim Ji Young Born 1982: Kapitalisme, Konstruksi Kerja Perawatan, dan Ketidakadilan Gender
Liana Rika Pratiwi, Desintha Dwi Asriani, Ph.D.
2026 | Skripsi | Sosiologi
Penelitian ini membahas representasi jeda karier (career break)
yang dialami perempuan muda dalam film Kim Ji Young Born 1982.
Pengalaman perempuan mengalami jeda karier dianalisis keterkaitannya dengan
struktur patriarki dan dukungan institusional di Korea Selatan. Penelitian
menggunakan pendeketan kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske
dengan tiga level meliputi realitas, representasi, dan ideologi. Kemudian
dianalisis secara lebih mendalam menggunakan feminist standpoint theory dan
teori kritis feminis Nancy Fraser untuk mengkaji pengalaman perempuan dalam
menghadapi permasalahan selama menjalani masa jeda karier terkait relasi gender
dan ketiadaan dukungan institusional. Penemuan dari penelitian ini menunjukkan
permasalahan selama menjalani masa jeda karier oleh perempuan terjadi karena
norma patriarki yang masih terdapat dalam sistem masyarakat Korea Selatan.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kemajuan Korea Selatan sebagai
negara maju, yang telah relatif setara dalam memberikan akses untuk memperoleh
pendidikan dan pekerjaan. Praktik relasi gender yang tidak mengalami
transformasi tersebut menghambat keberlanjutan karier perempuan setelah
memasuki peran keibuan dengan mengkondisikannya dalam situasi jeda karier.
This study examines the
representation of career breaks experienced by young women in the film Kim Ji
Young Born 1982. The experiences of women undergoing career breaks are analyzed
in relation to patriarchal structures and institutional support in South Korea.
This study employs a qualitative approach using John Fiske’s semiotic analysis,
which comprises three levels: reality, representation, and ideology. The analysis
is further deepened using feminist standpoint theory and Nancy Fraser’s
critical feminist theory to examine women’s experiences during career breaks,
particularly those related to gender relations and the lack of institutional
support. The analysis reveals that the difficulties women experience during
career breaks from patriarchal norms embedded in South Korean society. This
condition stands in contrast to South Korea’s status as a developed nation,
which has achieved relative equality in access to education and employment.
However, the persistence of unequal gender relations continues to hinder
women’s career continuity after they assume maternal roles, often placing them
in prolonged career interruptions.
Kata Kunci : Semiotika, Jeda Karier, Kim Ji Young Born 1982, Teori Feminist Standpoint, Teori Kritis Feminis, Gender, Perempuan, Korea Selatan