Laporkan Masalah

Realitas Praktik Kerja Host Live di Yogyakarta: Pemenuhan Kerja Layak dan Status Pekerja Prekariat

Eva Desiana Putri, Dian Fatmawati, S.I.P.

2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Fenomena digitalisasi memunculkan berbagai jenis profesi baru yang dikonstruksikan sebagai pekerjaan fleksibel, namun minim regulasi, salah satunya adalah host live. Host live merupakan pekerja yang bertugas memandu siaran langsung dalam rangka mempromosikan produk. Permintaan tenaga kerja host live cukup masif, khususnya di wilayah Yogyakarta, namun dihadapkan pada rata-rata pendapatan yang relatif rendah dengan berbagai kerentanan. Penelitian ini secara spesifik berupaya mengulik kerentanan dibalik narasi fleksibilitas. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana realitas praktik kerja host live di Yogyakarta memenuhi standar Kerja Layak ILO, sekaligus menganalisis kerentanan yang mereka alami menurut perspektif Teori Prekariat, Guy Standing. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan pekerja host live dari enam sektor industri yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan yakni kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. 
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa realitas kerja host live di Yogyakarta belum memenuhi standar indikator kerja layak ILO, diantaranya kesempatan kerja yang masih membatasi kelompok; ketiadaan kontrak kerja yang menjamin stabilitas dan hak-hak pekerja; pendapatan yang tidak sesuai dengan beban kerja; jam kerja yang kurang maupun melebihi batas; hari libur dan cuti yang sulit didapat; risiko perlakuan negatif yang diterima host live; aktivitas live streaming yang berdampak bagi kesehatan pekerja; ketiadaan jaminan sosial; serta dialog sosial yang dilakukan demi kepentingan pemberi kerja. Kondisi tersebut menempatkan host live sebagai pekerja prekariat yang tidak memiliki tujuh bentuk keamanan kerja sekaligus. Penelitian ini merekomendasikan adanya penguatan kebijakan dan pengawasan terkait aktivitas bisnis perusahaan informal serta transparansi kebijakan platform. 

The phenomenon of digitalization has given rise to various new professions framed as flexible work yet lacking regulation, one of which is the host live. Host live are workers tasked with conducting live broadcasts to promote products. The demand for live hosts is highly massive, particularly in the Yogyakarta region; however, they are confronted with a relatively low average income. This research specifically seeks to explore the vulnerabilities hidden behind the narrative of flexibility. Addressing these issues, this study aims to describe the extent to which the reality of live hosts' working practices in Yogyakarta complies with the ILO's Decent Work standards, while simultaneously analyzing their vulnerabilities through the perspective of Guy Standing's Precariat Theory. This descriptive qualitative study involved live hosts from six distinct industrial sectors. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation studies. The obtained data were subsequently analyzed utilizing three stages: data condensation, data display, and conclusion drawing.

The research findings reveal that the working reality of live hosts in Yogyakarta has not met the ILO's decent work indicators. These unfulfilled indicators include discriminatory employment opportunities; the absence of employment contracts guaranteeing stability and workers' rights; income disproportionate to the workload; inadequate or excessive working hours; difficulty in obtaining days off and leave; risks of negative treatment towards live hosts; health impacts stemming from live-streaming activities; the absence of social security; and social dialogues conducted solely in the employers' interests. These conditions position live hosts as part of the precariat class, lacking all seven forms of labor security simultaneously. This study recommends the strengthening of policies and supervision concerning the business activities of informal enterprises, alongside transparency in platform policies.

Kata Kunci : Ekonomi Platform, Host Live, Kerja Layak, Prekariat, Yogyakarta

  1. S1-2026-497280-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497280-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497280-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497280-title.pdf