Salah Beli, Salah Hati: Peran Materialistic Value terhadap Post-Purchase Guilt dengan Impulsive Buying sebagai Mediator pada Konsumen Gen Z dalam Pembelian Fashion di E-Commerce
Rudiansyah Isnan, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Belanja daring melalui platform e-commerce telah menjadi bagian
penting dari pola konsumsi Generasi Z, khususnya dalam pembelian produk
fashion. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara nilai
materialistik dan emosi pascakonsumsi, mekanisme yang menjelaskan hubungan
antara nilai materialistik dan perasaan bersalah pascapembelian masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi pembelian impulsif dalam
hubungan antara nilai materialistik dan perasaan bersalah pascapembelian pada
Generasi Z di Indonesia. Partisipan penelitian terdiri dari 421 individu Gen Z
berusia 18–25 tahun (62 laki-laki dan 359 perempuan) yang pernah membeli produk
fashion melalui e-commerce dalam enam bulan terakhir. Analisis data
dilakukan menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan estimasi robust
maximum likelihood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian impulsif berperan
sebagai mediator penuh dalam hubungan antara nilai materialistik dan perasaan
bersalah pascapembelian pada Generasi Z.
Online shopping has become a common consumption activity among Generation
Z, particularly for purchasing fashion products through e-commerce platforms.
Although previous studies link materialistic value with post-consumption
emotions, the mechanism underlying its relationship with post-purchase guilt
remains unclear. This study examines the mediating role of impulsive buying in
the relationship between materialistic value and post-purchase guilt among
Generation Z in Indonesia. Participants consisted of 421 individuals aged 18–25
years (62 males, 359 females) who had purchased fashion products through
e-commerce within the past six months. Data were analyzed using structural
equation modeling (SEM). The results show that impulsive buying fully mediates
the relationship between materialistic value and post-purchase guilt among
Generation Z.
Kata Kunci : nilai materialistik, pembelian impulsif, perasaan bersalah pascapembelian