Kebijakan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN): Studi Kasus Praktik Mutasi ASN di Pemerintah Kota Surakarta
Lumintu Palupi, Dwi Haryati, S.H., M.H.
2026 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kebijakan mutasi di Pemerintah Kota Surakarta ditinjau dari prinsip sistem merit, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris dengan sifat deskriptif dengan memadukan penelitian lapangan yang menghasilkan data primer dan studi kepustakaan yang menghasilkan data sekunder yang kemudian dianalisis dengan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen talenta ASN melalui kebijakan mutasi secara normatif telah mengarah pada penerapan prinsip sistem merit, yang ditandai dengan pelaksanaan asesmen kompetensi serta mekanisme pengambilan keputusan melalui forum kolektif. Namun, dalam praktiknya kebijakan mutasi ASN lebih dominan dipengaruhi oleh kebutuhan organisasi sehingga pemanfaatan hasil pemetaan talenta belum sepenuhnya menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan kepegawaian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi sistem manajemen talenta, optimalisasi pemanfaatan hasil asesmen kompetensi, serta peningkatan transparansi dalam kebijakan mutasi ASN.
This study aims to analyze the implementation of Civil Service (ASN) talent management through a mutation policy in the Surakarta City Government from the perspective of the merit system, identify the driving and inhibiting factors, and address the challenges. This study uses a normative-empirical legal research method with a descriptive nature through literature review and field research.
The results of this study indicate that the implementation of ASN talent management through the mutation policy in the Surakarta City Government has normatively led to the application of the merit system principle, which is characterized by the implementation of competency assessments and decision-making mechanisms through collective forums. However, in practice, ASN mutation policies are predominantly influenced by organizational needs, so that the utilization of talent mapping results has not fully become the main basis for personnel decision-making. Therefore, it is necessary to strengthen the integration of the talent management system, optimize the utilization of competency assessment results, and increase transparency in ASN mutation policies.
Kata Kunci : Manajemen Talenta, Sistem Merit, Mutasi ASN/Talent Management, Merit System, ASN Mutation