Laporkan Masalah

Pendekatan Berkelanjutan Dalam Penyelenggaraan Perhelatan Festival Musik “NGAYOGJAZZ” 2025

Fatimah Azzahrah, Popi Irawan, S.S., M.Sc., Ph.D.

2026 | Skripsi | PARIWISATA

Penyelenggaraan perhelatan seperti festival musik sering kali masih berfokus pada pencapaian jangka pendek seperti jumlah pengunjung dan keuntungan ekonomi, sehingga terpaku dalam paradigma business as usual yang cenderung mengabaikan aspek keberlanjutan. Kehadiran festival musik Ngayogjazz di Daerah Istimewa Yogyakarta kemudian menjadi perhatian penting. Ngayogjazz hadir tidak hanya menyajikan musik, tetapi juga berupaya melibatkan masyarakat secara langsung melalui penggabungan unsur jazz dengan kebudayaan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menelaah bagaimana pendekatan berkelanjutan dilakukan pada perhelatan Ngayogjazz yang meliputi aspek lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi terhadap masyarakat lokal dalam praktik penyelenggaraannya. Pendekatan berkelanjutan yang diadaptasi dari Teori Triple Bottom Line digunakan dalam penelitian ini sebagai landasan untuk menilai keselarasan ketiga aspek tersebut. Secara lingkungan, tata kelola sampah mandiri efektif meminimalkan jejak ekologis. Sementara pada aspek sosial-budaya, festival ini mampu menciptakan ruang interaksi yang inklusif, menumbuhkan rasa bangga masyarakat yang memperkuat kohesi sosial warga melalui pelibatan aktif masyarakat desa. Dari sisi ekonomi, pemberdayaan UMKM dinilai mampu meningkatkan pendapatan warga desa selama perhelatan berlangsung. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa telah ditemukan praktik keberlanjutan pada penyelenggaran Ngayogjazz yang berdampak positif secara holistik.

The organization of events such as music festivals often still focuses on short-term goals like attendance numbers and economic gains, remaining trapped in a "business as usual" paradigm that tends to overlook sustainability aspects. Therefore, the presence of the Ngayogjazz music festival in the Special Region of Yogyakarta warrants significant attention. Ngayogjazz does not merely present music; it also strives to directly involve the community by integrating elements of jazz with local culture. This study aims to identify and examine how sustainability approaches—encompassing environmental, socio-cultural, and economic impacts on the local community—are implemented in the organizing of the Ngayogjazz event. A sustainability approach adapted from the Triple Bottom Line theory is utilized in this study as a framework to assess the harmonization of these three aspects. Environmentally, independent waste management effectively minimizes the ecological footprint. In terms of socio-cultural aspects, the festival succeeds in creating inclusive interactive spaces and fostering community pride, which strengthens the social cohesion of residents through the active participation of the village community. Economically, the empowerment of local business is considered capable of increasing the income of villagers during the event. The results of this analysis demonstrate that sustainability practices have been implemented in the organization of Ngayogjazz, yielding a holistically positive impact.

Kata Kunci : keberlanjutan, pendekatan berkelanjutan, Ngayogjazz, sosial-budaya, lingkungan, ekonomi

  1. S1-2026-503972-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503972-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503972-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503972-title.pdf