Laporkan Masalah

Persepsi dan Kesedian Menggunakan (Willingness to Use) Layanan Telefarmasi di Kota Padang

Naurin Yara Zalilah, apt. Hardika Aditama, S.Farm., M.Sc. ; Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes.

2026 | Skripsi | FARMASI

Telefarmasi merupakan inovasi layanan kefarmasian berbasis teknologi informasi yang memungkinkan apoteker memberikan pelayanan kefarmasian secara jarak jauh, seperti konseling obat, pemberian informasi, dan pemantauan terapi. Layanan ini berpotensi meningkatkan akses dan efisiensi pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan mobilitas maupun akses terhadap apotek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan kesediaan masyarakat Kota Padang dalam menggunakan layanan telefarmasi serta hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan persepsi dengan kesediaan penggunaan layanan telefarmasi.

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan pada Desember 2025. Jumlah sampel sebanyak 112 responden yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, dengan seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, persepsi, dan kesediaan terhadap layanan telefarmasi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk mengetahui hubungan antarvariabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap layanan telefarmasi dan 102 (91,1%) responden menunjukkan tingkat kesediaan yang tinggi untuk menggunakan layanan telefarmasi di masa mendatang. Analisis hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan persepsi menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi responden terhadap layanan telefarmasi (p = 0,022). Sementara itu, hasil analisis hubungan antara persepsi dan kesediaan menggunakan layanan telefarmasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik (p = 0,508). Temuan ini mengindikasikan bahwa kesediaan masyarakat dalam menggunakan layanan telefarmasi kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar persepsi dan karakteristik sosiodemografi

Telepharmacy is an innovative pharmaceutical service based on information technology that enables pharmacists to provide pharmaceutical care remotely, including medication counseling, drug information services, and therapy monitoring. This service has the potential to improve access to and efficiency of healthcare delivery, particularly for communities with limited mobility or restricted access to pharmacies. This study aimed to analyze public perception and willingness to use telepharmacy services in Padang City, as well as to examine the relationship between sociodemographic characteristics, perception, and willingness to use telepharmacy.

This study employed a cross-sectional design with a quantitative descriptive approach and was conducted in December 2025. A total of 112 respondents were recruited using a convenience sampling method. Data were collected through an online questionnaire that had undergone validity and reliability testing, with all items confirmed to be valid and reliable. Descriptive statistics were used to describe respondent characteristics, perceptions, and willingness toward telepharmacy services. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test and Fisher’s Exact Test to examine associations between variables.

The results showed that most respondents had a positive perception of telepharmacy services and 100 (91,1%) respondent demonstrated a high level of willingness to use telepharmacy in the future. Analysis of the relationship between sociodemographic characteristics and perception revealed that educational level was significantly associated with respondents’ perception of telepharmacy (p = 0.022). However, the analysis of the relationship between perception and willingness to use telepharmacy indicated no statistically significant association (p = 0.508). These findings suggest that although positive perceptions toward telepharmacy are prevalent, the willingness to use telepharmacy services may be influenced by other factors beyond perception and sociodemographic characteristics.

Kata Kunci : telefarmasi, persepsi, kesediaan menggunakan, sosiodemografi, Kota Padang.

  1. S1-2026-494771-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494771-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494771-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494771-title.pdf