Working at the frontline of trauma: An Interpretative Phenomenological Analysis of psychologists in delivering psychotherapy for trauma-exposed clients
Soraya Azahra Vivadinar, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan psikologis dan emosional yang dialami
oleh psikolog dalam memberikan psikoterapi pada klien dengan permasalahan
terkait trauma, serta mempertimbangkan faktor demografis seperti usia, status
pernikahan, dan lama pengalaman kerja dapat mempengaruhi pengalaman
masing-masing. Meskipun psikolog memiliki peran yang krusial dalam mendukung
proses pemulihan kesehatan mental klien, keterlibatan berkepanjangan dalam sesi
terapi yang menuntut secara emosional yang dipenuhi dengan materi trauma dari
klien, memiliki potensi memberikan dampak yang signifikan terhadap
kesejahteraan psikologis dan emosional mereka sendiri. Sebanyak tiga psikolog
dari berbagai konteks institusi berpartisipasi dalam wawancara semi-struktural
tentang pengalaman mereka dalam memberikan psikoterapi pada klien dengan materi
trauma. Data dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis
(IPA). Empat tema yang muncul dari analisis data adalah: (1) Sustaining
Empathy, (2) Occupational Hardships, (3) Growth and Learning,
dan (4) Coping toward Resilience. Melalui pendekatan fenomenologis,
penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai
tantangan subjektif yang dihadapi psikolog dalam praktik profesionalnya,
sekaligus menekankan pentingnya pengembangan mekanisme dukungan yang efektif
untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan kerja dalam lingkungan
terapeutik.
This study explores the psychological and emotional challenges experienced by psychologists who provide psychotherapy for clients with trauma-related cases, and it considers how demographic factors such as age, marital status, and years of experience, may influence these experiences. Although psychologists play a vital role in supporting clients’ mental health recovery, prolonged engagement with emotionally intense demanding sessions filled with clients’ trauma-related materials, may have a significant impact on their own psychological and emotional well-being. Three psychologists across varied institutional contexts participated in semi-structured interviews regarding their lived experiences of delivering psychotherapy for clients with trauma materials. The data were analysed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Four themes emerged from the analysis are: (1) Sustaining Empathy, (2) Occupational Hardships, (3) Growth and Learning, and (4) Coping toward Resilience. By adopting a phenomenological approach, this study contributes to a deeper understanding of the subjective challenges psychologists face when working, as well as highlights the importance of developing effective mechanisms that promote well-being within therapeutic work environments.
Kata Kunci : emotional regulations, psikolog, psychological distress