Laporkan Masalah

Bahasa Melayu Dialek Ambon di Yogyakarta

Emmanuela Prita Hening Emuttesa, Prof. Dr. Suhandano, M.A.

2026 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini mengkaji praktik kebahasaan masyarakat Maluku Ambon yang tinggal di Yogyakarta dengan fokus pada penggunaan ragam bahasa, kode tutur, sistem sapaan, dan ciri linguistik tuturan bahasa Melayu dialek Ambon dalam konteks perantauan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam bahasa yang digunakan, fungsi sosial sapaan kekerabatan dan solidaritas, serta karakteristik struktural bahasa yang muncul dalam interaksi sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis wacana untuk memahami hubungan antara bahasa, konteks sosial, dan budaya penutur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Maluku Ambon menggunakan tiga ragam bahasa utama, yaitu bahasa Melayu dialek Ambon sebagai bahasa utama dalam komunitas internal, bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung dalam konteks lintas etnis dan situasi formal, dan bahasa Jawa sebagai bentuk adaptasi terbatas terhadap lingkungan lokal. Sapaan kekerabatan berfungsi tidak hanya untuk menandai hubungan genetis, tetapi juga untuk memperluas relasi sosial, sedangkan sapaan solidaritas menekankan kesetaraan, kedekatan, dan identitas kolektif. Selain itu, tuturan bahasa Melayu dialek Ambon memperlihatkan ciri linguistik khas, terutama pada sistem pronomina (beta, katong, ale) dan partikel (lai, sio, e) yang memiliki fungsi pragmatik dan emosional.

Penelitian ini menegaskan bahwa praktik kebahasaan masyarakat Maluku Ambon di Yogyakarta mencerminkan sistem multibahasa yang dinamis ketika bahasa ibu tetap menjadi pusat identitas etnis, sedangkan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa berperan sebagai bahasa adaptif. Keberadaan kosakata serapan dari bahasa Portugis dan Belanda juga menunjukkan kedalaman historis perbendaharaan leksikal mereka. Dengan demikian, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas, solidaritas sosial, memori kolektif, dan strategi adaptasi budaya di lingkungan perantauan.

 


 

This study examines the linguistic practices of the Maluku Ambon community living in Yogyakarta, focusing on language use, speech codes, address terms, and distinctive linguistic features of Ambonese Malay in a diasporic setting. The research aims to describe the varieties of language employed, the social functions of kinship and solidarity terms, and the structural linguistic characteristics that appear in daily interactions. A qualitative approach was applied using observation, interviews, and discourse analysis to understand how language operates within social and cultural contexts.

The findings reveal that the community employs three main language varieties: Ambonese Malay as the primary in-group language, Indonesian as a lingua franca in interethnic and formal contexts, and Javanese as a limited adaptive code in local interactions. Kinship address terms function not only to indicate biological relations but also to extend social bonds, while solidarity forms emphasize equality, intimacy, and collective identity. In addition, Ambonese Malay speech displays distinctive linguistic elements, particularly in personal pronouns (beta, katong, ale) and particles (lai, sio, e), which carry pragmatic and emotional meanings beyond their lexical function.

The study shows that language use among the Maluku Ambon community in Yogyakarta reflects a dynamic multilingual system in which the mother tongue remains central to ethnic identity, while Indonesian and Javanese serve adaptive communicative roles. The maintenance of lexical borrowings from Portuguese and Dutch further illustrates the historical depth of their linguistic repertoire. Overall, language functions not only as a communication tool but also as a marker of identity, solidarity, cultural memory, and social adaptation in a migratory environment.

  

Kata Kunci : bahasa Melayu dialek Ambon, pemilihan bahasa, sistem sapaan, identitas linguistik, diaspora

  1. S1-2026-493539-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493539-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493539-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493539-title.pdf