Novel Lakuning Katresnan adalah salah satu karya sastra Jawa modern berbahasa Jawa yang dikarang oleh Ki Budiono Santoso Setradjaja dan diterbitkan pada tahun 2021. Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Hermanu, seorang pemuda yang dibesarkan oleh kakeknya, Rama Pringga, setelah kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil, serta masalah psikologis yang dialaminya akibat trauma masa lalu. Pertemuannya dengan Ratri menjadi titik balik dalam kehidupannya, karena melalui cinta, dukungan keluarga, dan kasih sayang Rama Pringga, Hermanu perlahan mampu menghadapi luka batinnya hingga akhirnya mencapai ketenangan hidup melalui pernikahan. Novel Lakuning Katresnan tidak hanya menyajikan kisah perjalanan hidup tokoh utama beserta konflik psikologis yang dialaminya, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai kehidupan yang lekat dengan pandangan hidup atau unsur paradigma masyarakat Jawa, salah satunya berkaitan dengan nilai moral.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur untuk mengidentifikasi nilai moral yang terkandung dalam novel. Tahapan analisis meliputi pemaknaan teks melalui tahapan semantik, reflektif, dan eksistensial berupa dekontekstualisasi dan rekontekstualisasi. Selanjutnya, untuk menganalisis bentuk penyampaian nilai moral, penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran Burhan Nurgiyantoro yang membedakan penyampaian nilai moral secara langsung dan tidak langsung. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data dan analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Lakuning Katresnan mengandung nilai moral tanggung jawab, kasih sayang, kesetiaan, kepedulian, rasa syukur, serta kebijaksanaan. Nilai moral tersebut disampaikan pengarang secara langsung melalui uraian pengarang dan uraian tokoh, serta tidak langsung melalui sikap dan tindakan tokoh serta peristiwa.
The novel Lakuning Katresnan is a modern Javanese literary work written in the Javanese language by Ki Budiono Santoso Setradjaja and published in 2021. This novel tells the life journey of Hermanu, a young man raised by his grandfather, Rama Pringga, after losing both of his parents at a young age, as well as the psychological struggles he faces due to past trauma. His meeting with Ratri becomes a turning point in his life, through love, family support, and the affection of Rama Pringga, Hermanu is gradually able to confront his emotional wounds and eventually achieve peace in life through marriage. The novel Lakuning Katresnan does not only present the protagonist’s life journey and psychological conflicts, but also reflects life values deeply rooted in the Javanese worldview and societal paradigms, particularly regarding moral values.
The research utilizes a qualitative descriptive method with Paul Ricoeur’s hermeneutic approach to identify the moral values contained within the novel. The analysis stages involve textual interpretation through semantic, reflective, and existential levels, especially through the process of decontextualization and recontextualization. Furthermore, to analyze the methods of conveying moral values, this study employs Burhan Nurgiyantoro’s theoretical framework, which distinguishes between direct and indirect delivery of moral messages. This research process encompasses data collection and data analysis.
The results of the study indicate that the novel Lakuning Katresnan contains moral values of responsibility, affection, loyalty, care, gratitude, and wisdom. These moral values are conveyed by the author directly through authorial descriptions and character expositions, as well as indirectly through the character’s attitudes, actions, and events within the story.
Kata Kunci : nilai moral, hermeneutika Paul Ricoeur, penyampaian moral