Laporkan Masalah

Pengaruh Aktivitas Buzzer di Media Sosial TikTok terhadap Dinamika Post-Truth Pada Pemilihan Presiden 2024: Sebuah Pendekatan Teori Analisis Wacana Michel Foucault (1926-1984)

Grace Tamawinata Manurung, Dr. Abdul Rokhmat Sairah Z., S.Fil., M.Phil.; Dr. Hastanti Widy Nugroho, S.S., M. Hum.

2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Skripsi berjudul “Pengaruh Aktivitas Buzzer di Media Sosial TikTok terhadap Dinamika Post-Truth Pada Pemilihan Presiden  2024: Sebuah Pendekatan Teori Analisis Wacana Michel Foucault (1926-1984)” ini berargumen secara tegas bahwa aktivitas buzzer bukan sekadar gangguan komunikasi, melainkan mekanisme relasi kuasa yang secara sistematis mengonstruksi sebuah “rezim kebenaran” baru. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana kebenaran politik bergeser dari validitas faktual menuju viralitas emosional melalui teknik-teknik diskursif di ruang digital.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang menempatkan unggahan dari interaksi di media sosial TikTok sebagai teks diskursif. Data dianalisis menggunakan kerangka Analisis Wacana Michel Foucault untuk membedah bekerjanya kekuasaan yang bersifat produktif dalam membentuk subjek digital yang patuh pada narasi tertentu. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buzzer berhasil menggeser standar kebenaran dari validitas fakta menjadi viralitas. Aktivitas ini berdampak pada merosotnya rasionalitas publik dan rusaknya ruang dialog yang sehat akibat dominasi narasi provokatif. Secara teoretis, fenomena ini menunjukkan bekerjanya “rezim kebenaran”. Pihak yang memiliki kapasitas jaringan dan penguasaan teknologi memiliki kekuatan untuk menentukan apa yang dianggap benar oleh masyarakat sekaligus meminggirkan fakta-fakta objektif.



This undergraduate thesis, titled “The Influence of Buzzer Activities on TikTok toward Post-Truth Dynamics in the 2024 Presidential Election: A Michel Foucault’s (1926-1984) Discourse Analysis Theory Approach,” firmly argues that buzzer activities are not merely communication disruptions but mechanisms of power relations that systematically construct a new “regime of truth.” This research aims to dissect how political truth shifts from factual validity toward emotional virality through discursive techniques in the digital space.

The research method employed is descriptive qualitative with a literature study approach, treating social media uploads and interactions on TikTok as discursive texts. The data were analyzed using Michel Foucault’s Discourse Analysis framework to examine the operation of productive power in shaping digital subjects who adhere to specific narratives.

The research results indicate that buzzers have successfully shifted the standard of truth from factual validity to virality. These activities have led to a decline in public rationality and the degradation of healthy dialogue spaces due to the dominance of provocative narratives. Theoretically, this phenomenon demonstrates the operation of a “regime of truth.” Parties with network capacity and technological mastery process the power to determine what is considered true by the public while simultaneously marginalizing objective facts.


Kata Kunci : buzzer, post-truth, analisis wacana, relasi kuasa, media sosial

  1. S1-2026-502760-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502760-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502760-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502760-title.pdf