GAP GENERASI DAN BUDAYA KERJA PERSONEL DI PUSSENARMED TNI AD
Gathot Triwibowo, Prof. Dr. Ahmad Maryudi; Prof. Drs. Muhadjir Muhammad Darwin, MPA., Ph. D.
2026 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis fenomena generation gap dan implikasinya terhadap budaya
kerja personel di Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) TNI Angkatan
Darat. Komposisi personel yang terdiri atas Generasi X, Y (Milenial), dan Z
menciptakan perbedaan nilai, norma, serta ekspektasi dalam satu organisasi
militer yang bersifat hierarkis dan disiplin. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode intrinsic case study, melalui
wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis
dilakukan dengan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola cross-perception
antar generasi terhadap kinerja, kompetensi, dan efektivitas organisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kesenjangan generasi di Pussenarmed memunculkan tiga isu utama, yaitu perbedaan
nilai kerja, gaya komunikasi, dan ekspektasi kerja, yang kemudian membentuk
pola cross-perception antar generasi. Generasi X menekankan nilai kerja
yang berorientasi pada struktur dan loyalitas; Generasi Y berperan sebagai
penghubung adaptif antara pola tradisional dan modern; sedangkan Generasi Z
membawa nilai transparansi, kecepatan, serta orientasi digital dalam bekerja.
Perbedaan ini berpengaruh terhadap pola komunikasi, kolaborasi, serta proses
pengambilan keputusan di lingkungan militer.
Lebih lanjut, penelitian ini menemukan
bahwa asesmen melalui cross-perception antar generasi dapat menjadi
sumber inovasi dan kekuatan kolektif organisasi, karena setiap generasi
memiliki kemampuan untuk melakukan auto-correct, saling memberi feedback
positif, dan memperkaya pemahaman lintas perspektif. Oleh karena itu,
penelitian ini merekomendasikan pentingnya membangun budaya kerja kolaboratif,
adaptif, dan berorientasi pada nilai bersama guna memperkuat kohesi antar
generasi serta meningkatkan efektivitas kerja organisasi di lingkungan militer.
This study aims to
analyze the generation gap phenomenon and its implications for the work culture
of personnel within the Indonesian Army Field Artillery Weaponry Center
(Pussenarmed TNI AD). The coexistence between Generations (X, Y (Millennials),
and Z) within a hierarchical and disciplined military organization creates
diverse values, norms, and expectations. The research adopts a qualitative case
study approach, employing in-depth interviews, participant observation, and
document analysis. Data were analyzed using thematic analysis to identify
patterns of cross-perception among generations regarding performance,
competence, and organizational effectiveness.
The findings reveal that
the generation gap in Pussenarmed manifests through three key aspects differences
in work values, communication styles, and work expectations which together form
a complex pattern of intergenerational cross-perception. Generation X
emphasizes structure and loyalty; Generation Y functions as an adaptive bridge
between traditional and modern approaches; while Generation Z introduces
transparency, speed, and digital orientation. These variations affect
communication, collaboration, and decision-making across the organization.
Furthermore, the study
finds that assessment through intergenerational cross-perception serves as a
source of innovation and collective organizational strength, as each generation
demonstrates the ability to perform auto-correction, provide constructive
feedback, and enrich mutual understanding. Hence, this research recommends
fostering an inclusive, adaptive, and collaborative work culture to enhance
intergenerational cohesion and overall organizational effectiveness within the
military environment.
Kata Kunci : generation gap, budaya kerja, Pussenarmed, cross-perception, kolaborasi lintas generasi.