Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM DELAYERING PT BUMA TAHUN 2025

Yoan Bekhudi Grade, C. Budi Santoso, Dr., M.Bus.

2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Dalam persaingan industri pertambangan batubara yang semakin sulit, Perusahaan didorong untuk berinovasi agar dapat memiliki keuntungan kompetitif dari pesaing. BUMA memandang hal tersebut sebagai peluang melalui inovasi pada program delayering. Delayering dilakukan melalui peleburan posisi Foreman dan Supervisor yang memiliki kemiripan tugas dan tanggung jawab. Program ini diimplementasikan secara bertahap di seluruh jobsite BUMA dan dimulai dari Jobsite SDJ pada bulan Maret 2025.

Delayering akan mengubah pola kerja dan untuk memastikan pola kerja tidak kembali ke pola kerja yang lama. Penulis menggunakan Kotter’s 8-Step Change Model. Kotter’s 8-Step Change Model digunakan untuk menganalisa keefektifan dari implementasi delayering di Jobsite SDJ. Penelitian ini mengidentifikasi masalah yang muncul dari setiap langkah Kotter dan memberikan rekomendasi atas masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kerja baru masih belum menjadi budaya, sehingga seluruh anggota organisasi perlu menjaga komitmen dalam menjalankan manajemen perubahan selama implementasi delayering.

Amid increasingly intense competition in the coal mining industry, companies are required to innovate in order to achieve a sustainable competitive advantage. BUMA views this challenge as an opportunity through innovation in its delayering program. Delayering was implemented by merging the Foreman and Supervisor positions, which previously had similar roles and responsibilities. This program was rolled out gradually across all BUMA jobsites and was initiated at Jobsite SDJ in March 2025.

Delayering inevitably changes existing work patterns. To ensure that these new work patterns do not revert to previous practices. This study applies Kotter’s 8-Step Change Model. Kotter’s 8-Step Change Model is used to analyze the effectiveness of delayering implementation at Jobsite SDJ. The research identifies issues arising at each stage of Kotter’s model and provides corresponding recommendations to address them. The findings indicate that the new work patterns have not yet been fully embedded into the organizational culture; therefore, sustained commitment from all organizational members is required to consistently apply change management throughout the delayering implementation.

Kata Kunci : Manajemen Perubahan, Kotter’s 8-Step Change Model, Delayering

  1. S2-2026-530223-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530223-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530223-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530223-title.pdf