Strategi Pengusulan Sumbu Filosofi Yogyakarta Sebagai Warisan Budaya Dunia Oleh UNESCO Tahun 2023 Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Budaya Masyarakat
Ammarudin Rasyid, Dr. Sulistyowati, S.S, M.Hum., Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum.
2026 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional
Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi strategi Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY) dalam penetapan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia
oleh UNESCO tahun 2023, serta menganalisis implikasinya terhadap ketahanan
budaya masyarakat di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif eksploratif dengan teknik pengumpulan data melalui
observasi, studi pustaka, dan wawancara mendalam dengan informan kunci dari
Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF), perwakilan lurah, dan masyarakat
setempat.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa strategi pengusulan dilakukan melalui pendekatan lintas
sektor yang terstruktur, melibatkan pembentukan BPKSF sebagai lembaga pengelola
khusus dan pemanfaatan mekanisme paradiplomasi untuk menjalin komunikasi
informal dengan pihak UNESCO. Keberhasilan penetapan didukung oleh pemenuhan
kriteria Outstanding Universal Value (OUV) yang kuat, sinergi antara Pemprov
DIY dan Keraton Yogyakarta, serta pemanfaatan Dana Keistimewaan. Implikasi
terhadap ketahanan budaya menunjukkan dampak positif pada aspek identitas dan
ketaatan kultural melalui validasi global terhadap nilai-nilai luhur seperti
Sangkan Paraning Dumadi. Namun, pada aspek kohesi sosial, ditemukan tantangan
berupa risiko eksklusi ekonomi dan kekhawatiran masyarakat terdampak mengenai
keberlanjutan mata pencaharian mereka akibat penataan kawasan.
This research aims to
identify the strategies of the Yogyakarta Special Region Provincial Government
in the designation of the Yogyakarta Philosophical Axis as a UNESCO World
Cultural Heritage in 2023 and to analyze its implications for the cultural resilience
of the local community. The study employs a qualitative descriptive exploratory
method, with data collection through observation, literature review, and
in-depth interviews with key informants from the Management Unit of the
Philosophical Axis (BPKSF), village representatives, and local residents.
The findings indicate that the nomination strategy was executed through a structured cross-sectoral approach, involving the establishment of BPKSF as a dedicated management body and the utilization of paradiplomacy to engage in informal communication with UNESCO. The success of the designation was supported by fulfilling robust Outstanding Universal Value (OUV) criteria, the synergy between the Provincial Government and the Yogyakarta Palace, and the utilization of the Special Privilege Fund (Danais). The implications for cultural resilience demonstrate a positive impact on identity and cultural adherence through global validation of noble values such as Sangkan Paraning Dumadi. However, regarding social cohesion, challenges were identified in the form of potential economic exclusion and community concerns regarding the sustainability of their livelihoods due to regional spatial restructuring.
Kata Kunci : Sumbu Filosofi Yogyakarta, Warisan Budaya Dunia, Ketahanan Budaya, UNESCO.