Laporkan Masalah

Analisis Hubungan Ritme Sirkadian Terhadap Penyakit Akibat Kerja Dalam Industri Migas Pada Personil Dengan Pola Kerja Shift Di Perusahaan XYZ

indra firmanuddin, Prof. Drs. Roto, M. Eng, Ph.D

2026 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Tesis ini membahas pengaruh ritme sirkadian terhadap tingkat kecelakaan kerja/Penyakit Akibat Kerja (PAK) dalam industri minyak dan gas (migas). Industri migas dikenal dengan lingkungan kerja yang menantang, seringkali melibatkan operasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan menuntut pola kerja shift yang tidak biasa, seperti shift malam, shift panjang, atau rotasi shift cepat. Pola kerja semacam ini sangat berpotensi menyebabkan disinkronisasi ritme sirkadian pada pekerja.

Ritme sirkadian adalah jam biologis internal tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun, kewaspadaan, suhu tubuh, dan berbagai fungsi fisiologis lainnya selama periode sekitar 24 jam. Ketika pola kerja tidak selaras dengan ritme sirkadian alami pekerja, hal ini dapat memicu berbagai masalah yang berdampak langsung pada keselamatan kerja di sektor migas, antara lain:

Penurunan Kewaspadaan dan Konsentrasi: Pekerja yang mengalami gangguan ritme sirkadian (misalnya, karena kurang tidur atau tidur tidak berkualitas) cenderung menunjukkan tingkat kantuk yang tinggi, waktu reaksi yang lambat, dan kesulitan dalam mempertahankan fokus. Di lingkungan migas yang penuh risiko tinggi, penurunan kewaspadaan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Penurunan Kinerja Kognitif: Fungsi kognitif seperti pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan memori jangka pendek dapat terganggu. Ini krusial bagi pekerja migas yang sering dihadapkan pada situasi kompleks dan membutuhkan penilaian cepat serta tepat.

Peningkatan Kesalahan Manusia: Kelelahan akibat disinkronisasi sirkadian sering berkorelasi dengan peningkatan probabilitas kesalahan operasional, pengabaian prosedur keselamatan, atau kesalahan dalam penggunaan peralatan berat.

Dampak Fisiologis dan Psikologis: Gangguan ritme sirkadian juga dapat memengaruhi tekanan darah, detak jantung, dan menyebabkan gangguan pencernaan atau stres psikologis, yang pada gilirannya dapat mengurangi kemampuan pekerja untuk beroperasi dengan aman dan efektif.

Penelitian ini umumnya akan melibatkan analisis data kecelakaan kerja, pola shift kerja, dan potensi faktor risiko terkait ritme sirkadian dari berbagai fasilitas migas (misalnya kegiatan sumuran untuk pengoperasian produksi minyak dan gas pada suatu plant atau stasiun pengumpul fasilitas produksi, serta kegiatan pengeboran (rig service). Metodologi penilitian tersebut dapat mencakup:

Pendekatan Kuantitatif: Menggunakan analisis statistik untuk mengidentifikasi korelasi antara jenis shift kerja, durasi shift, frekuensi rotasi shift, dan insiden kecelakaan kerja. Data subjektif mengenai kualitas tidur atau tingkat kelelahan pekerja juga dapat dikumpulkan melalui kuesioner.

Pendekatan Kualitatif: Melakukan wawancara dengan pekerja, supervisor, dan personel keselamatan untuk mendapatkan perspektif mendalam tentang dampak kerja shift pada kesehatan dan keselamatan, serta pengalaman mereka terkait kecelakaan atau nyaris celaka.

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris yang kuat mengenai kontribusi disinkronisasi ritme sirkadian terhadap kecelakaan kerja di sektor migas. Implikasi praktis dari tesis ini adalah rekomendasi spesifik bagi perusahaan migas dan regulator untuk merancang jadwal kerja yang lebih ergonomis dan sirkadian-ramah. Rekomendasi ini dapat meliputi:

Optimasi Desain Shift Kerja: Merancang pola shift yang meminimalkan gangguan ritme sirkadian, seperti mengurangi rotasi shift yang terlalu cepat, memberikan waktu istirahat yang cukup untuk adaptasi, dan menghindari shift yang terlalu panjang.

Edukasi dan Pelatihan: Meningkatkan kesadaran pekerja tentang pentingnya manajemen tidur dan strategi untuk menjaga ritme sirkadian yang sehat di tengah tuntutan kerja shift.

Manajemen Lingkungan Kerja: Mengadaptasi pencahayaan dan suhu di fasilitas kerja untuk mendukung siklus tidur-bangun alami pekerja, terutama di area tidur atau istirahat.

Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Mengintegrasikan penilaian risiko terkait ritme sirkadian ke dalam program manajemen keselamatan kerja, serta menyediakan akses ke layanan kesehatan yang mendukung kesejahteraan pekerja shift.

Secara keseluruhan, tesis ini bertujuan untuk menggarisbawahi urgensi pengelolaan ritme sirkadian sebagai elemen krusial dalam mitigasi risiko kecelakaan kerja di industri migas, demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.



This thesis discusses the influence of circadian rhythms on the rate of work accidents in the oil and gas (oil and gas) industry. The oil and gas industry is known for its challenging work environment, often involving 24/7 operation, and demanding unusual shift work patterns, such as night shifts, long shifts, or fast shift rotations. This kind of work pattern has the potential to cause circadian rhythm synchronization in workers.

The circadian rhythm is the body's internal biological clock that regulates sleep-wake cycles, alertness, body temperature, and various other physiological functions over a period of about 24 hours. When work patterns are not in harmony with the natural circadian rhythm of workers, this can trigger various problems that have a direct impact on occupational safety in the oil and gas sector, including:

Decreased Alertness and Concentration: Workers who experience circadian rhythm disturbances (for example, due to lack of sleep or poor quality of sleep) tend to exhibit high levels of sleepiness, slow reaction times, and difficulty maintaining focus. In a high-risk oil and gas environment, the slightest drop in vigilance can be fatal.

Decreased Cognitive Performance: Cognitive functions such as decision-making, problem-solving, and short-term memory may be impaired. This is crucial for oil and gas workers who are often faced complex situations and require quick and precise assessments.

Increased Human Error: Fatigue due to circadian synchronization often correlates with an increased likelihood of operational errors, neglect of safety procedures, or errors in the use of heavy equipment.

Physiological and Psychological Impacts: Circadian rhythm disruptions can also affect the blood pressure, heart rate, and cause indigestion or psychological stress, which in turn can reduce workers' ability to operate safely and effectively.

This research will generally involve the analysis of work accident data, work shift patterns, and potential risk factors related to circadian rhythms from various oil and gas facilities (e.g., offshore platforms, refineries, or exploration sites). Methodologies can include:

Quantitative Approach: Using statistical analysis to identify correlations between work shift type, shift duration, shift rotation frequency, and work accident incidence. Subjective data on sleep quality or worker fatigue levels can also be collected through questionnaires.

Qualitative Approach: Conduct interviews with workers, supervisors, and safety personnel to gain an in-depth perspective on the impact of shift work on health and safety, as well as their experiences related to accidents or near-misses.

The results of this study are expected to provide strong empirical evidence regarding the contribution of circadian rhythm synchronization to work accidents in the oil and gas sector. The practical implication of this thesis is specific recommendations for oil and gas companies and regulators to design more ergonomic and circadian-friendly work schedules. These recommendations can include:

Work Shift Design Optimization: Designing shift patterns that minimize circadian rhythm disruptions, such as reducing shift rotations that are too fast, providing sufficient rest time for adaptation, and avoiding overly long shifts.

Education and Training: Raising workers' awareness of the importance of sleep management and strategies for maintaining a healthy circadian rhythm amid shift work demands.

Work Environment Management: Adapting lighting and temperature in work facilities to support workers' natural sleep-wake cycles, especially in sleeping or rest areas.

Occupational Health and Safety Policy: Integrate circadian rhythm-related risk assessments into occupational safety management programs, as well as provide access to health services that support the well-being of shift workers.

Overall, this thesis aims to underline the urgency of circadian rhythm management as a crucial element in mitigating the risk of work accidents in the oil and gas industry, in order to create a safer and more productive work environment.


Kata Kunci : PENYAKIT AKIBAT KERJA, RITME SIRKADIAN, KEWASAPDAAN KONSENTRASI, PEKERJAAN SHIFT, MITIGASI RISIKO, KEBIJAKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

  1. S2-2026-530427-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530427-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530427-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530427-title.pdf