OPTIMALISASI PENGELOLAAN ASET KAPAL BULK CARRIER EVER JUDGER (STUDI KASUS PT NIGP)
Teza Kalif Rafie Abany, Diyah Putirani, S.E., M.Ec., Ph.D. ; Dr. Untung Supardi, M.Si.
2026 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi aset mother vessel bulk carrier ever judger menjadi offshore floating terminal (OFT) milik PT NIGP dengan menggunakan pendekatan highest and best use, yang berlokasi di galangan Samudera Marine II Cilegon, Banten. Permasalahan penelitian berfokus pada apakah keputusan investasi tersebut telah sesuai dengan prinsip highest and best use, dengan membandingkan beberapa alternatif; menjual kapal, mengembalikan fungsi semula sebagai bulk carrier, atau merekonstruksi menjadi offshore floating terminal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi lapangan, didukung data primer melalui wawancara, observasi, data teknis, serta data sekunder dari laporan valuasi, jurnal dan regulasi terkait. Analisis HBU mencakup empat kriteria; kelayakan hukum, kelayakan fisik, kelayakan finansial, dan produktivitas maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonsturksi kapal menjadi OFT lebih unggul dibandingkan alternatif lainnya karena mampu menekan biaya keterlambatan distribusi batubara hingga Rp40 miliar per bulan serta meningkatkan efisiensi operasional dan nilai ekonomis perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadappengembangan konsep HBU yang biasanya digunakan pada tanah dan bangunan, dengan memperluas penerapannya pada properti kapal.
This study aims to analyze the optimization of the ever judger bulk carrier mother vessel into the offshore floating terminal (OFT) owned by PT NIGP, using the highest and best use approach. The research was conducted at the Samudera Marine II shipyard in Cilegon, Banten. The research problem focuses on whether this investment decision is consistent wit the highest and best use principal, by comparing several alternatives; selling the vessel, restoring the original function as a bulk carrier, or converting it into an offshore floating terminal. A descriptive quantitative case study approach was employed, utilizing primary data from interviews, observations, and technical records, along with secondary data from valuation reports, academic journals, maritim regulations. The HBU analysis was conducted through four criteria; legal permissibility, physical possibility, financial feasibility, and maximum productivity. findings indicate that reconstructing the vessel into an OFT provides greater benefits compared to other alternatives, as it reduces coal distribution delay costs of up to IDR 40 billion per month, while improving operational efficiency and the comapny's economic value. this study contributes to the development of HBU applications, traditionally focused on land and buldings, by extending its relevance to vessel property.
Kata Kunci : Highest and Best Use (HBU), Bulk Carrier, Offshore Floating Termial, Batubara, Investasi Properti Kapal