Laporkan Masalah

Ideologi dan Komodifikasi dalam Novel-Novel Romansa Gelap Indonesia di Wattpad: Kajian Budaya Populer

Zefanya Jovita Angelica Masahengke, Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum.

2026 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Genre romansa gelap menjadi salah satu genre yang mengalami peningkatan popularitas seiring dengan viralitasnya di media sosial, khususnya platform Wattpad Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ideologi dalam narasi novel-novel romansa gelap Indonesia serta pola komodifikasinya. Penelitian ini menggunakan teori budaya populer Dominic Strinati dan teori ekonomi politik Vincent Mosco. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpilan data secara simak dan catat terhadap karya fiksi yang dipilih sebagai objek material, yakni Climax, Ruse, dan Lost in Lust. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan kerangka teoretis yang digunakan.

Hasil dari penelitian ini mencakup hal berikut. Pertama, ideologi dalam narasi novel-novel romansa gelap Indonesia di Wattpad bekerja dalam kerangka kapitalisme budaya. Ada tiga bentuk ideologi yang muncul, yakni ideologi dominan berupa patriarki dan relasi toksik, ideologi ambivalen yang memperlihatkan tarik-ulur gender dan moralitas, serta ideologi resistensi yang menentang arus dominan. Ketiga ideologi ini bersama-sama membentuk narasi yang laku di pasar digital. Kedua, dari sisi komodifikasi, unsur naratif seperti seksualitas, trauma, dan trope naratif dikemas sebagai komoditas tekstual yang diproduksi ulang. Audiens juga tidak hanya diposisikan sebagai pembaca, tetapi juga sebagai konsumen afektif dalam ekonomi platform. Sementara itu, pengarang bekerja sebagai pekerja kreatif yang menyesuaikan produksi naratifnya dengan selera pasar dan algoritma.

The dark romance genre has gained increasing popularity, particularly through its virality on social media and Wattpad Indonesia. This study examines the ideological dimensions of Indonesian dark romance narratives and their patterns of commodification. Drawing on Dominic Strinati’s theory of popular culture and Vincent Mosco’s political economy framework, the study employs a qualitative approach, with observation and note-taking on selected works—Climax, Ruse, and Lost in Lust—as material objects.

Findings reveal that Indonesian dark romance narratives operate within cultural capitalism, articulating three ideological forms: (1) dominant ideologies of patriarchy and toxic relationships, (2) ambivalent ideologies negotiating gender and morality, and (3) resistant ideologies opposing dominant trends. Together, these ideologies construct narratives that thrive in the digital market. In terms of commodification, elements such as sexuality, trauma, and narrative tropes are packaged as textual commodities. Readers are positioned as affective consumers within the platform economy, while authors function as creative laborers adapting their production to market tastes and algorithmic demands.

Kata Kunci : budaya populer, ideologi, komodifikasi, romansa gelap, sastra populer

  1. S1-2026-497537-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497537-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497537-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497537-title.pdf