Laporkan Masalah

Formasi dan Negosiasi Ideologi dalam Novel Tangan Kotor di Balik Layar Karya Puthut EA: Kajian Hegemoni Gramsci

KANAYA PRILANDA SYAFA, Prof. Dr. Aprinus Salam, SS, M.Hum

2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan formasi dan negosiasi ideologi dalam novel Tangan Kotor di Balik Layar karya Puthut EA dengan menggunakan teori hegemoni Gramsci. Melalui karakter dan konflik yang kompleks, novel ini merepresentasikan pertarungan antar ideologi dalam struktur sosial yang hegemonik.

Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dianalisis berdasarkan relasi ideologis tokoh, baik dominan maupun subaltern, yang menunjukkan dinamika koordinatif, korelatif, dan subordinatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formasi ideologi ditampilkan melalui interaksi antar ideologi seperti fasisme, neo-feodalisme, teisme, humanisme, kapitalisme, komunitarianisme, dan konservatisme. Sementara itu, negosiasi ideologi tampak melalui strategi adaptasi, resistensi, dan penciptaan konsensus oleh tokoh-tokoh subaltern.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa karya sastra berfungsi sebagai arena ideologis yang aktif dalam membentuk dan menggugat dominasi kekuasaan. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian sosiologi sastra dan membuka ruang pembacaan kritis terhadap dinamika sosial-politik dalam teks sastra.

This study aims to describe the formation and negotiation of ideology in Tangan Kotor di Balik Layar by Puthut EA, using Gramsci’s theory of hegemony. The novel, through its complex characters and conflicts, portrays ideological struggles within a hegemonic social structure.

Employing a descriptive qualitative method with a sociology of literature approach, the analysis focuses on the ideological relations among dominant and subaltern characters, which display coordinative, correlative, and subordinative dynamics. The findings reveal that the formation of ideology emerges through interactions among fascism, neo-feudalism, theism, humanism, capitalism, communitarianism, and conservatism. The negotiation of ideology is reflected in adaptation, resistance, and consensus-building strategies carried out by subaltern characters.

This study highlights literature as an active ideological arena that both shapes and challenges power domination. The results are expected to contribute to the discourse in the sociology of literature and encourage critical readings of socio-political dynamics within literary texts.

Kata Kunci : ideologi, formasi, negosiasi, hegemoni.

  1. S1-2025-463017-abstract.pdf  
  2. S1-2025-463017-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-463017-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-463017-title.pdf