Laporkan Masalah

Reading Gender Performativity on Caldecott Medal-Winning Picturebooks Published in the 20th and 21st Century

ASTERIDA KOMALA PUTRI, Dr. Nur Saktiningrum, S.S., M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Sastra

Tesis ini mengkaji dan membaca buku cerita bergambar pemenang Medali Caldecott sebagai bentuk penceritaan visual–tekstual yang beroperasi lebih dari sekadar menyampaikan cerita untuk anak-anak. Buku cerita bergambar yang lebih sering diperlakukan sebagai bacaan pengantar tidur, dalam tesis ini dibaca sebagai bentuk budaya yang mengorganisasi makna melalui hubungan antara teks dan gambar, termasuk bagaimana gender direpresentasikan pada dua periode yaitu abad ke 20 dan abad ke 21. Dengan menggunakan analisis kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan teori performativitas gender Judith Butler dan gramatika visual Kress dan van Leeuwen untuk menganalisis enam buku cerita bergambar pemenang Medali Caldecott dari dua periode, yaitu The Biggest Bear (1953), Where the Wild Things Are (1963), dan Sylvester and the Magic Pebble (1970), serta We Are Water Protectors (2021), Big (2024), dan Chooch Helped (2025). Hasil analisis menunjukkan bahwa buku cerita bergambar abad ke-20 sangat bergantung pada pola gender biner yang solid. Teks dan gambar saling mendukung dalam menampilkan karakter laki-laki sebagai pelaku utama serta pengambil keputusan, sementara karakter perempuan lebih sering dikaitkan dengan peran emosional dan domestik. Sementara itu, pada buku cerita bergambar abad ke-21, gender tidak lagi menjadi fokus utama cerita dan representasi tampak lebih terbuka dan fleksibel. Namun, diskursus gender tidak benar-benar menghilang dan tetap ada melalui pola peran yang terus berulang, terutama yang berkaitan dengan peran pengasuhan. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa buku cerita bergambar berperan aktif sebagai agen performatif yang menstabilkan peran peran gender bukan melalui pesan yang eksplisit, melainkan melalui pengulangan demi pengulangan yang akhirnya membuat peran gender tertentu terasa wajar dan tidak perlu dipertanyakan.

This thesis examines and reads Caldecott Medal–winning picturebooks as visual–textual narratives that do more than tell stories to children. Often treated simply as bedtime stories, picturebooks are approached here as cultural forms that organize meaning through the relationship between image and text, including how gender is represented and repeated on two different periods, 20th and 21st century. Using qualitative analysis, this thesis combines Judith Butler’s theory of gender performativity with Kress and van Leeuwen’s visual grammar to analyze six Caldecott Medal–winning titles from two periods: The Biggest Bear (1953), Where the Wild Things Are (1963), and Sylvester and the Magic Pebble (1970), alongside We Are Water Protectors (2021), Big (2024), and Chooch Helped (2025). The findings show that 20th century picturebooks rely on solid binary gender patterns. Text and image work together to present male characters as active decision makers, while female characters are more often linked to emotional or domestic roles. Meanwhile, in 21st century picturebooks, gender is no longer the main focus, and representations appear more open and flexible. Yet gender discourse does not disappear because it continues to shape representation quietly through repeated role patterns, especially around care and emotional work. Taken together, these findings show that picturebooks act as powerful performativity agents, shaping and stabilizing gender not through explicit messages, but through repetition that makes certain gender feel natural and unquestioned.

Kata Kunci : performativitas gender, buku cerita bergambar, Caldecott Medal, analisis naratif visual

  1. S2-2026-528859-abstract.pdf  
  2. S2-2026-528859-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-528859-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-528859-title.pdf