Laporkan Masalah

Efisiensi saluran perdagangan komoditas gambir dengan analisis value chain dikabupaten Lima Puluh Kota provinsi Sumatera Barat

Hella Mayang Shinta, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.; Dr. Dina Ruslanjari, M.Si.

2010 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Sektor pertanian merupakan sektor yang masih memiliki kontribusi besar dalam struktur perekonomian Indonesia. Salah satu sub-sektor yang memiliki peran dalam pengembangan sektor pertanian adalah perkebunan. Banyak komoditas perkebunan yang menjadi komoditas ekspor, salah satunya adalah komoditas gambir. Komoditas gambir merupakan hasil pengolahan dari ekstraksi getah daun dan ranting tanaman gambir (Uncaria gambir Roxh). Provinsi Sumatera Barat merupakan provinsi penghasil gambir terbesar di Indonesia sehingga Sumatera Barat dapat dijadikan sebagai barometer produksi gambir di Indonesia. Hal tersebut menjadi prospek yang cukup besar dalam pengembangannya. di Provinsi Sumatera Barat terutama di Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai sentra penghasil gambir Prospek yang cukup menjanjikan tersebut belum mampu dinikmati oleh pelaku usaha yang terlibat di dalamnya secara merata terutama bagi petani gambir. Salah satu penyebabnya adalah sistem tata niaga komoditas gambir yang belum jelas. Berdasarkan pada hal yang dijelaskan sebelumnya, maka dirumuskan empat tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan pola saluran perdagangan komoditas gambir di wilayah penelitian sebelum menjadi komoditas ekspor, (2) menganalisa efisiensi saluran perdagangan komoditas gambir di wilayah penelitian; (3) menjelaskan mengenai alasan pelaku usaha yang terlibat dalam saluran perdagangan komoditas gambir yang diteliti melakukan penjualan kepada pelaku usaha pada tingkatan di atasnya. (4) mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pelaku usaha yang terlibat dalam saluran perdagangan rangka meningkatkan nilai tambah komoditas gambir Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Teknik penentuan daerah penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan sentra produksi komoditas gambir di Provinsi Sumatera Barat. Kemudian, Kota Payakumbuh dipilih sebagai daerah penelitian berdasarkan pertimbangan bahwa di Kota Payakumbuh terdapat eksportir dari komoditas gambir ini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. Untuk teknik pengambilan informan dilakukan dengan teknik bola salju (snowball sampling) Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif Perhitungan terhadap margin pemasaran, farmer-share, dan indeks efisiensi pemasaran juga dilakukan untuk menganalisis tujuan penelitian yang kedua. Hasil dari penelitian ini adalah (a) pola saluran perdagangan komoditas gambir yang terjadi pada daerah penelitian merupakan pola panjang yang melibatkan tiga pelaku usaha sebelum sampai pada pembeli di negara pengimpor (India). Pelaku usaha tersebut adalah petani gambir (petani pemilik lahan dan petani pengempa), pedagang pengumpul, dan eksportir, (b) saluran perdagangan di daerah penelitian masih berada pada koridor efisien, (c) para pelaku usaha yang terlibat dalam saluran perdagangan gambir memiliki alasan tertentu dalam pemilihan pelaku usaha tujuan penjualannya diantaranya karena faktor sistem berlangganan yang telah berlaku, keterikatan finansial, kecocokan, sistem kekeluargaan, dan faktor kepercayaan; (d) peningkatan nilai tambah pada tingkat petani gambir dilakukan melalui proses pengempaan. Pada tingkatan pedagang pengumpul dilakukan proses pengeringan, pemisahan kualitas, dan pengepakan. Pada tingkatan eksportir dilakukan pengeringan, pengelompokan jenis, pengepakan, dan pemberian merk.

Agriculture is one of the sectors that give a big contribution in Indonesian economic structure. One of the sub-sectors which have an important role in agriculture development is plantage. Many commodities of plantage become an export commodity, like gambier. Gambier is a product of leaf and branch gambier (Uncaria gambir, Roxb) latex extract processing. The West Sumatera Province is the greatest producer of gambier in Indonesia, so The West Sumatera Province becomes a barometer of production gambier im Indonesia. It is become a great chance for The West Sumatera Province to develop their gambier commodities especially at Lima Puluh Kota Regency as a center of gambier production. But, not all of the subject of gambier trading especially the farmer has not gotten a big benefit from this prospect yet. One of the reason there is no clear and explicit trade rule in this gambier trading. Based on the first paragraph, the research is addressing for four research questions, they are; (1) describe the pattern of marketing channels gambier commodity in location of research before they become an export commodity; (2) analyzing efficiency of gambier commodity marketing channels at the location of research: (3) explain the reason of the subject of gambier trading why they sell their gambier commodity to the subject above them; (4) identifying activities of subject in order to adding value. The research did at Lima Puluh Kota Regency and Payakumbuh City, West Sumatera Province. The location of research determined by purposive technique based on a consideration of gambier production center in West Sumatera Province. Then, Payakumbuh city is chosen because there are two exporter of gambier commodity in this city. The method of this research is use survey methods which consist of indepth interview and observation. The informants of this research are chosen with snowball sampling. Then, the analysis technique use descriptive analysis. Measurement for marketing margin, farmer share, and marketing efficient index did to analyze the second purpose of this research. The results of this research are (a) the pattern of marketing channels of gambier commodity is long pattern that consist of three subject of gambier trading before it exported to India, they are farmers of gambier, collectors, and exporters; (b) marketing channels in location of research is still efficient; (c) the subjects of gambier trading in marketing channel have reasons to sell their commodity gambier to another subject above them. There are regular client system, a string of financial hetween the subject, pleasant hetween the subject, family system, and trustworthy; (d) an increasing of gambier value added in the farmers level have done with "pengempaan" processing. In the collector level an increasing of gambier value added, have done with drying, qualifying, and packing. Then, in exporter level there is drying, grouping, packing. and branding.

Kata Kunci : efisiensi, saluran perdagangan, gambir, value-chain, Kabupaten Lima Puluh Kota,efficiency, marketing channels, gambier, value-chain, lima puluh kota regency

  1. S1-2010-195106-Abstract.pdf  
  2. S1-2010-195106-Bibliography.pdf  
  3. S1-2010-195106-TableofContent.pdf  
  4. S1-2010-195106-Title.pdf