Mediatisasi Komunitas Belajar Berbasis Tagar #StudyTwt
Avita Rega Kusuma, Prof. Dr. Heru Nugroho
2025 | Skripsi | Sosiologi
Perluasan komunitas belajar ke dalam media sosial merupakan salah satu konsekuensi perkembangan zaman. Seiring berjalannya waktu, masyarakat tidak luput dari pengaruh modernisasi yang membawa berbagai dampak. Salah satunya intervensi media yang semakin kompleks dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan. Beberapa penelitian terdahulu, menunjukkan pengaruh media sosial yang memiliki dampak negatif dalam bidang pendidikan. Namun komunitas #StudyTwt justru menunjukkan peminat yang semakin banyak. Hal tersebut bertentangan dengan gagasan bahwa media sosial membawa pengaruh negatif. Artinya, komunitas #StudyTwt memungkinkan perubahan dinamika praktik dan budaya yang dapat memberikan sesuatu bagi anggotanya. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji peran media dalam mengintervensi komunitas belajar berbasis tagar #StudyTwt. Teori mediatisasi Stig Hjarvard digunakan untuk menganalisis praktik komunitas belajar virtual dalam media sosial Twitter -yang sekarang disebut X-, melalui gagasan dualitas media di mana media dilihat sebagai lembaga independen, sekaligus terintegrasi dengan lembaga lainnya. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan netnografi untuk mengetahui pemaknaan anggota dengan melihat konteks budaya dalam komunitas #StudyTwt. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder berupa unggahan anggota komunitas dalam periode waktu tertentu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa melalui intervensi media, komunitas semakin tunduk pada logika media yang mendorong perubahan bentuk praktik dan hubungan antar anggota. Selain itu, cara kerja dan infrastruktur teknologi media memungkinkan berbagai kepentingan antar lembaga untuk ikut mengambil tempat dalam komunitas #StudyTwt. Hal tersebut menunjukkan bahwa platform tidak hanya memediasi interaksi dan komunikasi, tapi juga memengaruhi dinamika praktik dan budaya komunitas itu sendiri.
The expansion of study communities into social media is one of the consequences of changing times. Over time, society has not escaped the influence of modernization, which has brought about various impacts. One of these is the increasingly complex intervention of media in people's lives, including in the field of education. Several previous studies have shown the negative impact of social media in the field of education. However, the #StudyTwt community has actually attracted a growing number of enthusiasts. This contradicts the idea that social media has a negative influence. In other words, the #StudyTwt community enables changes in the dynamics of practices and culture that can benefit its members. Therefore, this study examines the role of media in intervening in the #StudyTwt hashtag-based study community. Stig Hjarvard's mediatization theory is used to analyze the practices of virtual study communities on Twitter -now called X- through the idea of media duality, in which media is seen as an independent institution while also being integrated with other institutions. The research was conducted using qualitative methods through a netnographic approach to determine the meanings attributed by members by looking at the cultural context within the #StudyTwt community. The data used in this study was secondary data in the form of community members' posts within a certain period of time. The findings of this study indicate that through media intervention, the community has become increasingly subject to media logic, which encourages changes in the form of practices and relationships between members. In addition, the way the media technology works and its infrastructure allow various interests between institutions to take place within the #StudyTwt community. This shows that the platform not only mediates interaction and communication, but also influences the dynamics of the community's practices and culture itself.
Kata Kunci : mediatisasi, komunitas belajar, #StudyTwt, logika media, komunitas virtual