Laporkan Masalah

"Saya Ingin Apa dan Bagaimana?": Dimensi Refleksivitas Mahasiswa FISIPOL UGM dalam Fase Transisi pada Era Modernitas Lanjut (Studi Kasus Mahasiswa Pegiat Kesenian Teater Kampus)

Alit Akhiral, Oki Rahadianto Sutopo, Ph.D

2025 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian ini mengkaji dimensi refleksivitas mahasiswa pegiat kesenian teater dalam kampus di FISIPOL UGM, sebagai manifestasi perkembangan modernitas yang tidak pasti dan individualisasi bagi pemuda rentan. Fokus penelitian ini adalah memahami praktik refleksif pemuda berkesenian di kampus sebagai mahasiswa, vice versa, dalam berstrategi dan bernegosiasi atas kegiatannya serta bagaimana mereka membayangkan masa depan dalam fase perpindahan domain pendidikan ke domain pekerjaan. Menggunakan metode biografi dengan pendekatan interpretatif dan naratif, penelitian ini menganalisis data dari wawancara FGD (nongkrong) dan wawancara mendalam terhadap delapan (8) mahasiswa FISIPOL UGM yang tergabung dalam berbagai komunitas seni teater kampus. Penelitian ini menggunakan tesis individualisasi dari Ulrich Beck dan perspektif transisi dari Andy Furlong dan Fred Cartmel untuk menganalisis bagaimana strategi, negosiasi, dan juga pembayangan masa depan individu berdialog dengan ketidakpastian pemuda kala bergabung dengan komunitas teater di kampus. Temuan menunjukkan bahwa strategi dan negosiasi mahasiswa pegiat kesenian teater kampus muncul sebelum dan sesudah mereka bergabung dengan teater. Teater dimaknai sebagai panggung rekognisi tidak hanya saat pentas tetapi juga saat kegiatan di luar pentas. Upaya rekognisi ini kerap dihalangi oleh kebijakan kampus dan tuntutan tanggung jawab perkuliahan. Para informan menukar ketidakmampuan mereka menggugat otoritas dengan berpentas dengan tema-tema yang subversif tetapi juga advokatif. Dalam membayangkan masa depan, para informan menciptakan beragam versi alternatif atas definisi kerja. Dengan menyadari ketidakpastian, teater digunakan sebagai modal membangun kapasitas simbolis dan kedirian atas kerja itu. Teater digunakan sebagai alat dalam membentuk trajektori masa depan mereka yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa refleksivitas pemuda teater kampus bertaut dalam bermacam ranah dan ketidakpastian. Dalam kebertautan tersebut mereka menggunakan potensi-potensi yang ditawarkan oleh teater.

This research examines the dimension of reflexivity among theatre arts activist students on campus at FISIPOL UGM, as a manifestation of uncertain modernity and individualization for vulnerable youth. The focus of this research is to understand the reflective practices of young people in the arts on campus as students, and vise versa, in strategizing and negotiating their activities, as well as how they envision the future during the transition from the educational domain to the work domain. Using a biographical method with an interpretive and narrative approach, this study analyses data from FGD (group hangout) interviews and in-depth interviews with eight (8) FISIPOL UGM students who are members of various campus theatre art communities. This study uses Ulrich Beck's individualization thesis and the transition perspective of Andy Furlong and Fred Cartmel to analyse how individuals' strategies, negotiations, and future imaginings interact with the uncertainty of youth when joining a campus theatre community. The findings indicate that the strategies and negotiations of student theatre activists emerged both before and after they joined the theatre. Theatre is understood as a stage of recognition not only during performances but also during activities outside of performances. This recognition effort is often hindered by campus policies and the demands of academic responsibility. The performers traded their inability to sue the authorities for the opportunity to perform with subversive yet also advocacy-oriented themes. In envisioning the future, the informants created diverse alternative versions of the definition of work. By acknowledging uncertainty, theatre is used as a means of building symbolic capacity and self-awareness about the work. Theatre is used as a tool in shaping their diverse future trajectories. This research concludes that the reflexivity of campus theatre youth is intertwined across various domains and uncertainties. In that interconnectedness, they utilize the potentials offered by theatre.

Kata Kunci : Refleksivitas, mahasiswa, teater, Tesis Individualisasi, fase transisi pemuda

  1. S1-2025-476586-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476586-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476586-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476586-title.pdf