Perbandingan Pola Diplomasi Ekonomi Pasar Ekspor Tradisional Vs Non-Tradisional Pada Instagram Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Tahun 2020-2024
Tedy Asjad Krisnamukti, Dr. Suci Lestari Yuana, MIA
2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Penelitian ini
mengkaji perbandingan pola diplomasi ekonomi dan implikasinya pada ketercapaian
diplomasi digital antara pasar ekspor tradisional dan non-tradisional dalam
Instagram Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) tahun 2020-2024. Penulis
memiliki pandangan bahwa terdapat perbedaan pola diplomasi ekonomi yang
ditonjolkan oleh pemerintah pada pasar ekspor tradisional dan non-tradisional
sebagai tujuan sasaran RPJMN 2020-2024 dan Rencana Strategis Kementerian
Perdagangan 2020-2024. Pasar ekspor tradisional dan non-tradisional mempunyai
visi pengembangan yang berbeda tetapi pola diplomasi ekonomi belum diuraikan
secara konkret. Kemudian,
fenomena pandemi COVID-19 mengubah lanskap diplomasi ekonomi ITPC dari
konvensional beralih memanfaatkan instrumen digital, yaitu Instagram. ITPC mengunggah
konten-konten di Instagram sebagai media untuk meneruskan misi diplomasi
ekonomi. Sehingga, menarik pula untuk meninjau bagaimana potensi perbandingan pola diplomasi ekonomi
pada Instagram Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) berimplikasi pada
ketercapaian diplomasi digital. Adapun pola diplomasi
ekonomi pada pasar ekspor tradisional lebih menitikberatkan pada pola economic
salesmanship dan economic networking and advocacy. Sedangkan, pada
pasar ekspor non-tradisional lebih menitikberatkan pada pola economic
salesmanship, economic networking and advocacy, dan image
building. Dari perbedaan pola diplomasi ekonomi yang ditonjolkan, upaya
diplomasi ekonomi oleh ITPC berdampak pada ketercapaian diplomasi digital
melalui indikator elemen informasi untuk pasar ekspor non-tradisional. Sedangkan,
pada pasar ekspor non-tradisional lebih berdampak pada indikator elemen ide,
informasi, dan penyediaan layanan.
This study examines the comparative
patterns of economic diplomacy and its implications on the achievement of
digital diplomacy between traditional and non-traditional export markets on the
Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Instagram from 2020-2024. The author
believes that there are differences in the patterns of economic diplomacy
highlighted by the government in traditional and non-traditional export markets
as targets of RPJMN 2020-2024 RPJMN and Rencana Strategis Kementerian
Perdagangan 2020-2024. Traditional and non-traditional export markets have
different development visions, but economic diplomacy patterns have not been
concretely outlined. Then, the COVID-19 pandemic phenomenon changed the
landscape of ITPC's economic diplomacy from conventional to utilizing digital
instruments through Instagram. ITPC uploads content on Instagram as a medium to
continue its economic diplomacy mission. Therefore, it is also interesting to
examine how the potential comparison of economic diplomacy patterns on the
Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Instagram has implications for the
achievement of digital diplomacy. Economic diplomacy patterns in traditional
export markets emphasize economic salesmanship and networking & advocacy.
Meanwhile, in non-traditional export markets, they emphasize economic
salesmanship, networking & advocacy, and image building. Based on the
differences in economic diplomacy patterns highlighted, ITPC's economic
diplomacy efforts have an impact on digital diplomacy through indicators of
information elements for non-traditional export markets. Meanwhile, in
non-traditional export markets, the impact is greater on indicators of ideas,
information, and service provision.
Kata Kunci : Diplomasi Digital, Diplomasi Ekonomi, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC)