Peran Transformasi DIgital dalam Peningkatan Kinerja Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur
Leylani Eiva Anissa, Didi Achjari, Prof. Dr., M.Com., Ak., CA.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran
transformasi digital dalam meningkatkan kinerja Bank Pembangunan Daerah Jawa
Timur melalui inovasi pada proses bisnis perusahaan, investasi pada
infrastruktur teknologi digital, serta adaptasi dari organisasi termasuk
pemanfaatan teknologi digital dan peningkatan sumber daya internal perusahaan.
Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk
memperoleh pemahaman secara mendalam terkait dengan peran transformasi digital
dalam peningkatan kinerja Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur. Data diperoleh
dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang
relevan sesuai dengan periode penelitian.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital
yang ada di Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur memiliki kontribusi positif
terhadap peningkatan kinerja dari organisasi dengan melalui peningkatan
efisiensi kegiatan operasional, perbaikan kualitas layanan serta meningkatkan
daya saing yang dimiliki organisasi. Adaptasi organisasi dengan melakukan
restrukturisasi organisasi dan peningkatan kompetensi SDM menjadi sebuah faktor
kunci dari keberhasilan sebuah organisasi dalam melakukan implementasi
transformasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan dari
implementasi transformasi digital tidak hanya ditentukan dari adopsi dan
investasi atas teknologi saja, tetapi yang tidak kalah penting yaitu kemampuan
dari organisasi untuk mengelola sumber daya internal yang dimiliki secara
strategis.
Batasan – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ketersediaan
data terkait dengan akses dan hanya difokuskan pada satu objek studi kasus,
yaitu Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, sehingga temuan penelitian belum
dapat digeneralisasi pada keseluruhan Bank Pembangunan Daerah atau sektor
perbankan secara luas.
Implikasi – Secara akademis, penelitian ini memperkuat relevansi
terkait dengan integrasi Technology
Acceptance Model dan Resource-Based
View dalam menjelaskan keberhasilan dari transformasi digital yang
dilakukan pada sektor perbankan daerah. Secara praktis, diharapkan para pihak
manajemen perbankan tidak hanya berfokus pada investasi infrastruktur teknologi
digital, namun juga harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya
manusia dan penyesuaian struktur organisasi, sementara bagi regulator diharapkan
dapat meningkatkan kebijakan yang mendukung akselerasi transformasi digital dan
penguatan tata kelola teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja dan daya
saing yang dimiliki Bank Pembangunan Daerah.
Orisinalitas – Studi ini memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan Technology Acceptance Model dan Resource-Based View dalam menganalisis
transformasi digital pada Bank Pembangunan Daerah melalui pendekatan studi
kasus kualitatif, serta memperkuat relevansi kedua teori tersebut dalam konteks
perbankan daerah di negara berkembang.
Kata Kunci – transformasi digital, inovasi, technology acceptance model, resource-based view, kinerja
perbankan, bank pembangunan daerah.
Abstrack
Objectives – This research aims to analyze the
role of digital transformation in improving the performance of the East Java
Regional Development Bank. Specifically, it examines how innovations in
business processes, investments in digital technology infrastructure, and
organizational adaptation—including the utilization of digital technology and
the enhancement of internal company resources—contribute to this goal.
Research Methods
– This
research employed a qualitative approach
to gain an in-
depth understanding of the role of digital transformation in enhancing the
bank's performance. Data were collected through in-depth interviews,
observation, and the analysis of relevant documents for the research period.
Findings
– The results
indicate that digital transformation at the East Java Regional Development Bank
positively contributes to improve the organizational performance by increasing
operational efficiency, enhancing service quality, and strengthening the
organization's competitiveness. Organizational adaptation, through
restructuring and human resource competency development, is a key success
factor in implementing digital transformation. This finding confirms that the
success of digital transformation implementation is determined not only by
technology adoption and investment but equally by the organization's strategic
ability to manage its internal resources.
Limitations
– This study is limited by data accessibility and is focused on a
single case study object, the East Java Regional Development Bank.
Consequently, the findings cannot be generalized to all Regional Development
Banks or the broader banking sector.
Implications – Academically, this study
reinforces the relevance of integrating the Technology Acceptance Model and Resource-Based View in explaining the success of digital
transformation in the regional banking
sector. Practically, it is hoped
that banking management will not only focus on investing in digital
technology infrastructure, but also balance this with improving human resource
competencies and adjusting organizational structures. Meanwhile, regulators are
expected to improve policies that support the acceleration of digital
transformation and strengthen information technology governance to improve the
performance and competitiveness of Regional Development Banks.
Originality
– This study contributes by integrating
the Technology Acceptance Model and the Resource-Based View to analyze digital
transformation in a Regional Development Bank using a qualitative case study approach. It strengthens the
relevance of these theories in the context of regional banking in a developing country.
Keywords – digital
transformation, innovation, technology acceptance model, resource-based view,
bank performance, regional development bank
Kata Kunci : transformasi digital, inovasi, technology acceptance model, resource-based view, kinerja perbankan, bank pembangunan daerah.