ANALISIS KOPERASI MEDIA SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DI INDONESIA (Studi Kasus Penerapan Konsep Koperasi Sebagai Pengelolaan Media Alternatif di Indonesia pada Koperasi Indonesia Baru)
Fadhila Kresna Diarsa, Dr. Ardian Indro Yuwono, S.I.P., M.A
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep Koperasi media pada Koperasi Indonesia Baru (KIB) menjadi sebuah alternatif pengelolaan media yang di Indonesia. Penelitian ini membahas proses manajemen pengorganisasian dan pendanaan yang dilakukan oleh KIB yang melakukan adopsi terhadap konsep koperasi media, serta gambaran tantangan dan peluang yang dihadapi KIB sebagai koperasi media di Indonesia. Adapun penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KIB dapat dikategorisasikan sebagai koperasi media, sesuai dengan konsep koperasi media yang dijelaskan oleh Boyle, yang mensyaratkan adanya proses pengorganisasian yang dilakukan secara mandiri, dengan pengelolaan media dilakukan secara swakelola oleh para pekerja media KIB untuk mengambil kebijakan organisasi secara gotong royong dan demokratis, melalui adanya sistem Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dihadiri oleh seluruh anggota. Selain itu syarat terkait pendanaan yang bersifat independen dibandingkan dengan media konvensional melalui pendanaan kolaborasi karya, menjual pelatihan hingga mengadakan program tiket sukarela di setiap kegiatan Bioskop Warga. Konsep koperasi media pada KIB secara praktik dapat menjaga kualitas karya, serta memberikan dampak sosial dan advokasi yang baik pada berbagai isu. Meski begitu penerapan konsep koperasi pada KIB memiliki tantangan pada adanya kesenjangan keterampilan antar anggota, ketergantungan pada partisipasi anggota dibanding sistem serta belum berkelanjutannya sistem pembiayaan yang dilakukan oleh KIB.
This study aims to determine the application of the media cooperative concept at Koperasi Indonesia Baru (KIB) as an alternative form of media management in Indonesia. This study discusses the organizational management and funding processes carried out by KIB, which has adopted the concept of media cooperatives, as well as the challenges and opportunities faced by KIB as a media cooperative in Indonesia. This study uses a case study method with data collection using interview and documentation techniques. The results of this study show that KIB can be categorized as a media cooperative, in accordance with the concept of media cooperatives described by Boyle, which requires an independent organizational process, with media management carried out independently by KIB media workers to make organizational policies collaboratively and democratically, through an Annual Member Meeting (RAT) system attended by all members. In addition, the requirement for independent funding compared to conventional media is met through collaborative funding, selling training, and holding voluntary ticket programs at every Bioskop Warga event. In practice, the concept of media cooperatives in KIB can maintain the quality of work and have a positive social and advocacy impact on various issues. However, the application of the cooperative concept in KIB faces challenges in the form of skill gaps between members, dependence on member participation rather than the system, and the unsustainability of the financing system implemented by KIB.
Kata Kunci : Koperasi Media, Media Alternatif, Ekspedisi Indonesia Baru, Koperasi Indonesia Baru, Media dan Demokrasi