Penerapan Single Customer View Pada Industri BPR
Dimas Yuliharto, Willy Abdillah, Prof., Dr., M.Sc.,
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini menganalisis tantangan dan strategi
implementasi Single Customer View (SCV) di industri Bank Perekonomian Rakyat
(BPR) dan/atau B. Latar belakangnya adalah mandat Lembaga Penjamin Simpanan
(LPS) untuk menjamin simpanan nasabah secara akurat dan cepat saat bank gagal,
sesuai prinsip International
Association of Deposit Insurers (IADI).
Single Customer View (SCV)
adalah suatu sistem yang memungkinkan konsolidasi seluruh informasi rekening
dan simpanan nasabah dalam satu kode identitas unik. Konsep SCV diperlukan agar
data nasabah tersedia dalam format yang siap digunakan untuk proses klaim
penjaminan simpanan secara cepat.
Tantangan utama teridentifikasi dalam tiga aspek
kritis. Pertama, keterbatasan infrastruktur teknologi: mayoritas BPR
mengandalkan sistem IT terfragmentasi dan tidak terintegrasi, menghambat konsolidasi data real-time. Kedua, disparitas parameter
identifikasi nasabah: tidak adanya standar baku dalam penentuan Customer
Identification File (CIF) antarbank menyebabkan duplikasi data dan
ketidakakuratan perhitungan simpanan. Ketiga, kapasitas sumber daya manusia:
rendahnya kompetensi teknis dalam manajemen data dan resistensi terhadap
perubahan proses bisnis menjadi penghambat signifikan. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis regulasi,
dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan LPS, OJK, dan Perbarindo.
Berdasakan temuan tersebut, dirumuskan empat
strategi solutif. Strategi teknologi melibatkan pengembangan platform SCV terpusat berbasis cloud secara kolaboratif
antara LPS, OJK, dan asosiasi BPR (Perbarindo) untuk mengatasi kendala biaya
dan infrastruktur. Strategi operasional mencakup penyederhanaan proses bisnis
melalui restrukturisasi onboarding nasabah dan pemutakhiran data berbasis
checklist terstandar LPS. Strategi kapasitas SDM meliputi pelatihan teknis
berjenjang dan pendampingan change management untuk mengurangi resistensi
internal. Strategi regulasi mengusulkan harmonisasi panduan teknis LPS terkait
standar data, frekuensi pelaporan, dan mekanisme validasi SCV yang disesuaikan
dengan karakteristik BPR/BPRS.
This study analyzes the challenges and strategies of implementing Single Customer View (SCV) in the Rural Credit Bank (BPR) industry. The background is the mandate of the Deposit Insurance Corporation (LPS) to guarantee customer deposits accurately and quickly when a bank fails, in accordance with the principles of the International Association of Deposit Insurers (IADI).
Single Customer View (SCV) is a system that enables the consolidation of all customer account and deposit information under a single unique identification code. The SCV concept is necessary so that customer data is available in a format that is ready for use in the rapid processing of deposit insurance claims.
The main challenges were identified in three critical aspects. First, limitations in technological infrastructure: the majority of rural banks rely on fragmented and unintegrated IT systems, which hinder real-time data consolidation. Second, disparities in customer identification parameters: the absence of standard criteria for determining Customer Identification Files (CIF) between banks causes data duplication and inaccuracies in deposit calculations. Third, human resource capacity: low technical competence in data management and resistance to business process changes are significant obstacles. The research method used a qualitative approach through literature studies, regulatory analysis, and in-depth interviews with stakeholders from LPS, OJK, and Perbarindo.
Based on these findings, four solution strategies were formulated. The technology strategy involves the collaborative development of a centralized cloud-based SCV platform between LPS, OJK, and the BPR association (Perbarindo) to overcome cost and infrastructure constraints. The operational strategy includes simplifying business processes through restructuring customer onboarding and updating data based on LPS standardized checklists. The human resource capacity strategy includes tiered technical training and change management assistance to reduce internal resistance. The regulatory strategy proposes harmonizing LPS technical guidelines related to data standards, reporting frequency, and SCV validation mechanisms tailored to BPR characteristics.
Kata Kunci : Single Customer View (SCV), Customer Identification File (CIF), Pelaporan data SCV, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Perekonomian Rakyat (BPR), Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)