Laporkan Masalah

Islamic Narratives as Framing: a Study on Islamic Radical Movements in Indonesia 2012 - 2021.

Hikmatul Akbar, Prof. Noorhaidi Hasan, MA, MPhil, PhD. ; Dicky Sofjan, MPP, MA, PhD.

2025 | Disertasi | S3 INTER-RELIGIOUS STUDIES

Disertasi ini mengeksplorasi secara mendalam bagaimana konstruksi dan framing narasi membentuk kemunculan, keberlanjutan, dan evolusi gerakan Islam radikal di Indonesia sepanjang periode krusial 2012–2021. Indonesia, sebagai negara Muslim mayoritas terbesar dengan sistem demokrasi yang dinamis, menawarkan konteks unik di mana keberagaman ekspresi Islam berhadapan langsung dengan ancaman ideologi radikal yang gigih bertahan. Dengan pendekatan kualitatif yang komprehensif, studi ini melakukan analisis konten mendalam terhadap beragam sumber primer ditambah dengan data sekunder yang kredibel, termasuk propaganda daring, pernyataan organisasi, pidato, dan dokumen internal. Berlandaskan teori framing, penelitian ini secara sistematis mengungkap cara narasi radikal memilih dan menonjolkan aspek realitas tertentu untuk mempengaruhi persepsi.

  Penelitian ini berargumen bahwa gerakan radikal secara cerdik mem-framing peristiwa, identitas, dan tujuan melalui narasi yang memikat. Mereka juga seringkali menafsirkan ulang Al Qur’an dan Hadits, sejarah, dan penjelasan ulama kontemporer untuk membangun tuntunan keagamaan baru. Hasil penelitian disertasi ini menunjukkan adanya pola yang konsisten di mana gerakan Islam radikal di Indonesia memanfaatkan narasi seputar ketidakadilan yang dirasakan terhadap umat Islam, korupsi pemerintahan sekuler, dan visi khilafah yang dijanjikan. Narasi-narasi ini disebarluaskan secara adaptif melalui platform yang beragam, dari khotbah tradisional hingga kampanye digital yang canggih, untuk beresonansi dengan segmen masyarakat tertentu.

  Disertasi ini memberikan kontribusi substansial terhadap literatur tentang radikalisasi, terorisme, dan studi Islam di Indonesia dengan menawarkan perspektif naratif yang lebih updated. Dengan menjelaskan mekanisme kognitif dan retoris di balik ideologi radikal, studi ini menyediakan panduan esensial bagi pembuat kebijakan, peneliti, dan pemimpin komunitas dalam merancang strategi kontra-narasi yang lebih efektif. Pemahaman akan kerangka naratif radikal ini memungkinkan pengembangan kontra-narasi yang lebih responsive dan bergema, yang mampu mempromosikan perdamaian, pluralisme, dan pemahaman inklusif tentang Islam di Indonesia.

This dissertation investigates the critical role of narrative construction and framing in the emergence, sustenance, and evolution of radical Islamic movements within Indonesia during the crucial period of 2012 to 2021. Indonesia, as the world’s most populous Muslim-majority nation and a vibrant democracy, presents a complex landscape where diverse Islamic expressions coexist alongside persistent challenges from radical ideologies. Utilizing a qualitative research methodology, this study employs an in-depth content analysis of primary sources, including online propaganda materials, statements from radical organizations, speeches of key figures, and internal documents, complemented by secondary data from academic literature and credible journalistic reports. Drawing on framing theory, the research systematically deconstructs how radical narratives select certain aspects of perceived reality and make them more salient.

While acknowledging these factors, this research argues for a deeper understanding of how radical movements strategically frame events, identities, and objectives through compelling narratives. These narratives often reinterpret Islamic scripture, historical events, and contemporary grievances to create a distinct worldview. Preliminary findings indicate that radical Islamic movements in Indonesia during the specified period consistently leveraged narratives centered on themes such as perceived injustice against Muslims, the corruption of secular governance, and the promise of an idealized caliphate. These narratives were adaptively deployed across various platforms, from traditional sermons to sophisticated online campaigns, to resonate with specific segments of the population.

This dissertation contributes significantly to the existing body of knowledge on radicalization, terrorism studies, and Indonesian Islam by providing a nuanced, narrative-centric perspective. It offers valuable insights for policymakers, educators, and community leaders engaged in developing effective counter-narrative strategies by illuminating the underlying cognitive and rhetorical mechanisms through which radical ideologies gain traction. By understanding the frames through which radical movements present their agenda, it becomes possible to construct more resonant and effective counter-narratives that promote peace, pluralism, and an inclusive understanding of Islam in Indonesia.


Kata Kunci : Narratives, Framing, Indonesia, Islam, Radical Movements.

  1. S3-2025-435534-abstract.pdf  
  2. S3-2025-435534-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-435534-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-435534-title.pdf