ANALISIS SEMIOTIKA TRAUMA BERAGAMA PADA KARAKTER SITA DALAM FILM SIKSA KUBUR
Muhammad Nadif Fajar Ramadhan, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.I.P., M.Si.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi trauma beragama pada karakter Sita dalam film Siksa Kubur (2024) dengan menggunakan kerangka semiotika Roland Barthes. Trauma beragama dikonstruksi sebagai konsekuensi dari pengalaman tragis akibat kasus terorisme yang menimpa keluarganya, serta internalisasi doktrin agama yang keras dan dogmatis. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan yaitu denotasi, konotasi, dan mitos untuk menyingkap makna simbolik yang merepresentasikan trauma beragama. Penelitian difokuskan pada elemen visual dan naratif, meliputi dialog, ekspresi, gerak tubuh, dan relasi antar tokoh yang membentuk dinamika psikologis Sita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma beragama direpresentasikan secara kompleks melalui tanda-tanda sinematik yang tidak hanya menggambarkan penderitaan individu, tetapi juga merefleksikan problem struktural dalam praktik keagamaan. Temuan ini berimplikasi pada pemahaman masyarakat mengenai hubungan antara agama dan kekerasan, serta memberikan kontribusi teoretis bagi kajian media terkait representasi sosial dan keagamaan.
This study aims to analyze the representation of religious trauma in the Sita character in the film Siksa Kubur (2024) using Roland Barthes’ semiotic framework. Religious trauma is constructed as a consequence of tragic experiences caused by a terrorism incident that befell her family, as well as the internalization of rigid and dogmatic religious doctrines. The analysis is conducted through three stages, denotation, connotation, and myth to uncover the symbolic meanings that represent religious trauma. The study focuses on both visual and narrative elements, including dialogue, expressions, body movements, and interpersonal relations that shape Sita’s psychological dynamics. The findings reveal that religious trauma is represented in a complex manner through cinematic signs that not only depict individual suffering but also reflect structural problems within religious practices. These findings have implications for public understanding of the relationship between religion and violence, and provide theoretical contributions to media studies concerning social and religious representation.
Kata Kunci : Semiotika, trauma beragama, film, representasi, trauma psikologis