Second Account sebagai Bentuk Perlawanan Perempuan terhadap Standar Kecantikan di Instagram Ditinjau dari Teori Cyborg Donna Haraway
Kartika Izza Nurhakiki, Dr. Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M.Hum ; Dr. Hastanty Widy Nugroho, S.S., M.Hum
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Instagram telah menjadi media utama bagi konstruksi dan presentasi identitas diri dalam dunia digital, terutama melalui budaya visualnya yang dominan. Namun, di balik interaksi sosial yang ada dalam Instagram terdapat logika kapitalisme platform yang mengubah pengguna menjadi komoditas. Algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan engagement cenderung memproduksi konten yang sejalan dengan norma gender terkait dengan standar kecantikan homogen. Akibatnya, perempuan didorong untuk mengkurasi identitas digital yang seragam dan terkomodifikasi pada first account. Sebagai respons dan bentuk perlawanan terhadap standar kecantikan yang ada di ruang publik, muncul fenomena second account sebagai medium alternatif yang bisa membebaskan perempuan dari standar kecantikan yang dilanggengkan oleh patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis second account yang berfungsi sebagai medium perlawanan terhadap standar kecantikan yang dapat ditelaah sebagai implementasi dari teori cyborg Donna Haraway.
Penelitian merupakan penelitian berjenis kualitatif dengan pendekatan berbasis kepustakaan. Model penelitian ini merupakan fenomena tentang second account Instagram berdasarkan perspektif cyborg Donna Haraway. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hermeneutika filosofis dengan unsur metodis sebagai berikut: 1) interpretasi, 2) koherensi intern, dan 3) deskripsi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, second account berfungsi sebagai ruang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan identitas tanpa tekanan citra ideal seperti di first account sehingga terbebas dari standar kecantikan; kedua, second account merupakan manifestasi dari cyborg yang merupakan makhluk setengah manusia setengah mesin yang menganggap bahwa identitas bisa dibentuk ulang sesuai dengan kondisi sosial sehingga bisa membuat perempuan tidak lagi terpengaruh oleh standar kecantikan yang ada dalam Instagram.
Kata kunci: Feminisme, Second Account, Cyborg, Donna Haraway, Standar Kecantikan
Instagram has become a primary medium for the
construction and presentation of self-identity in the digital world, especially
through its dominant visual culture. However, behind the social interactions on
Instagram lies the logic of platform capitalism, which turns users into
commodities. Algorithms designed to maximize engagement tend to produce content
that aligns with gender norms related to homogeneous beauty standards.
Consequently, women are encouraged to curate a uniform and commodified digital
identity on their first accounts. In response and as a form of resistance to
the existing beauty standards in the public sphere, the phenomenon of the
second account emerges as an alternative medium that can free women from the
beauty standards perpetuated by patriarchy. This research aims to analyze the
second account as a medium of resistance to beauty standards, which can be
examined as an implementation of Donna Haraway's cyborg theory.
This research employs a qualitative method with a
literature-based approach. The research model examines the phenomenon of
Instagram second accounts from Donna Haraway's cyborg perspective. The research
method used is philosophical hermeneutics with the following methodical
elements: 1) interpretation, 2) internal coherence, and 3) description.
The result show at the: first, second account
functions as a safe space for women to express their identity without the
pressure of an ideal image as on the first account, thereby freeing them from
beauty standards; second, the second account is a manifestation of the
cyborg, a creature that is half human, half machine, which posits that identity
can be reshaped according to social conditions, thus enabling women to no
longer be influenced by the beauty standards present on Instagram.
Keywords: Feminism, Second Account, Cyborg, Donna Haraway,
Beauty Standards
Kata Kunci : Feminisme, Second Account, Cyborg, Donna Haraway, Standar Kecantikan