RASIONALITAS PENGGEMAR K-POP MENYIKAPI RISIKO PERILAKU KONSUMTIF DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP
Zarah Rosiana, Rezaldi Alief Pramadha, S.E., M.S.S
2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Popularitas Korean Wave menyebar melalui berbagai jenis produk mulai dari drama hingga K-Pop yang membawa perubahan pola konsumsi para penggemarnya. Meningkatnya konsumsi bermakna di kalangan penggemar yang mayoritas ada pada kelompok usia dewasa awal atau 18-25 tahun. Penggemar K-Pop sebagai aktor dengan tujuan yang dimiliki kemudian memutuskan melakukan konsumsi terhadap produk K-Pop. Konsumsi tersebut adalah tindakan sosial hasil rasionalitas, namun terjadi pergeseran dengan menjadi berlebihan dan mengarah pada perilaku konsumtif, yang mana jika terus berlangsung tanpa arah berpotensi menunjukkan gejala affluenza.
Fenomena ini menjadi penting diteliti untuk mengetahui bagaimana konsumsi produk K-Pop yang dilakukan penggemarnya berkontribusi terhadap proses peningkatan kualitas hidup yang berimplikasi pada kesejahteraan, sekaligus menekan dampak buruk dan mengontrol praktik konsumsi sehingga mengarah pada konsumsi bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di Yogyakarta, melibatkan 12 penggemar K-Pop yang aktif dalam fandom dan berkonsumsi melalui wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi, dengan metode analisis tematik deskriptif. Berlandaskan teori Pilihan Rasional James Coleman, serta konsep perilaku konsumtif dan kualitas hidup untuk menelusuri rasionalitas dibalik keputusan konsumsi dan maknanya terhadap kesejahteraan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi produk K-Pop merupakan keputusan rasional berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidupnya. Konsumsi yang seringkali dianggap tidak rasional justru menolak argumen penghambat karena ternyata memiliki makna mendalam, memberikan kesenangan, kepuasan, motivasi hidup sehat maupun produktivitas, peluang kerja, kepercayaan diri, hingga memperkuat hubungan sosial. Dengan demikian, konsumsi produk K-Pop oleh penggemar dapat dipahami sebagai bentuk konsumsi bermakna dan rasional yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup penggemar. Temuan ini memberikan pemahaman baru bahwa perilaku konsumsi budaya populer sebagai masyarakat post-modern tidak selalu bersifat negatif, tetapi dapat menjadi sarana pencapaian kesejahteraan.
Penelitian ini merekomendasikan agar para penggemar memiliki kontrol diri dan meningkatkan literasi keuangan, bagi komunitas diharapkan menciptakan ruang inklusif dan produktif untuk pengembangan diri anggota, serta bagi penelitian selanjutnya melibatkan informan dengan latar belakang lebih beragam guna menghasilkan temuan lebih eksploratif.
Korean Wave's popularity spread through various types of products ranging from dramas to K-Pop that brought changes in the consumption patterns of its fans. The increase in consumption is meaningful among fans, the majority of whom are in the early adult age group or 18-25 years. K-Pop fans as actors with their goals then decide to consume K-Pop products. Consumption is a social action resulting from rationality, but there is a shift by becoming excessive and leading to consumptive behavior, which if it continues without direction has the potential to show symptoms of affluenza.
This phenomenon is important to research to find out how the consumption of K-Pop products carried out by its fans contributes to the process of improving quality of life which has implications for well-being, while suppressing adverse impacts and controlling consumption practices so that it leads to responsible consumption. The method used is qualitative with a case study approach carried out in Yogyakarta, involving 12 K-Pop fans who are active in fandom and consume through interviews, observations, literature studies, and documentation, with descriptive thematic analysis methods. Based on James Coleman's theory of Rational Choice, as well as the concept of consumptive behavior and quality of life to explore the rationality behind consumption decisions and their meaning for well-being.
The results of the study show that the consumption of K-Pop products is a rational decision that contributes positively to improving their quality of life. Consumption, which is often considered irrational, actually rejects the inhibiting argument because it turns out to have a deep meaning, providing pleasure, satisfaction, motivation for a healthy life and productivity, job opportunities, confidence, and strengthening social relationships. Thus, the consumption of K-Pop products by fans can be understood as a form of meaningful and rational consumption that contributes to improving the quality of life of fans. These findings provide a new understanding that popular culture consumption behavior as a post-modern society is not necessarily negative, but can be a means of achieving well-being.
This study recommends that fans have self-control and increase financial literacy, for the community it is expected to create an inclusive and productive space for members' self-development, and for future research to involve informants with more diverse backgrounds to produce more exploratory findings.
Kata Kunci : K-Pop, konsumsi bermakna, perilaku konsumtif, peningkatan kualitas hidup, tindakan rasional, rasionalitas, pilihan rasional, pemberdayaan, kesejahteraan