Perancangan Tata Pamer Wayang Kurawa Sebagai Koleksi Unggulan di Museum Wayang "Kekayon"
Hasna Nurul Khalisha, Sektiadi, S.S., M.Hum.
2025 | Skripsi | ARKEOLOGI
Museum Wayang "Kekayon" memiliki koleksi unggulan berupa wayang kulit purwa Kurawa gagrag Yogyakarta. Namun, tata pamer eksisting dari koleksi tersebut belum mencerminkan wayang Kurawa sebagai koleksi unggulan. Terdapat ketidaksesuaian antara predikat unggulan yang disematkan kepada wayang Kurawa dengan tata pamer eksisting dari koleksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan tata pamer baru dari koleksi wayang Kurawa yang dapat mencerminkan koleksi tersebut sebagai koleksi unggulan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan dituliskan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu studi pustaka terhadap topik yang relevan, observasi terhadap objek koleksi dan lingkungan di sekitarnya, serta wawancara semi terstruktur. Berdasarkan pengumpulan data, didapatkan data tentang kondisi eksisting serta signifikansi sejarah, artistik, riset, dan sosial dari koleksi wayang Kurawa yang dijadikan dasar untuk merancang tata pamer. Standar penyajian koleksi dari Direktorat Museum dan konsep perancangan alur cerita dari David Dean digunakan sebagai acuan untuk merancang tata pamer dari koleksi unggulan wayang Kurawa. Hasil penelitian ini berupa rancangan tata pamer yang terdiri dari prinsip-prinsip penyajian koleksi atau alur cerita, metode pameran, pertimbangan konservasi, perancangan desain, dan panel-panel informasi atau label.
The "Kekayon" Puppet Museum has a shadow puppet named Kurawa with Yogyakarta style as a masterpiece collection. However, the existing exhibition does not reflect the Kurawa puppets as a masterpiece collection. There is a discrepancy between the masterpiece predicate given to the Kurawa puppets with the existing exhibition of the collection. The research aims to create a new exhibition planning for the Kurawa puppet that can reflect the collection as a masterpiece collection. This research used qualitative methods and written descriptively. Data collected in three ways, literature studies on relevant topics, observations of collection and their surrounding environment, and semi structured interviews. The collected data contain the existing condition with the historical, artistic, research, and social significance of the Kurawa puppet collection that used as a basis for exhibition planning. The Directorate of Museum's standards and David Dean's storyline concept were used as a reference for planning the exhibition of the Kurawa puppet collection. The result of this research are the exhibition planning which consists of the collection presentation principles or storyline, exhibition methods, conservations considerations, design planning, and information panels or labels.
Kata Kunci : tata pamer, unggulan, Museum Wayang "Kekayon", wayang, Kurawa