Pemahaman dan Urgensi Pariwisata Kreatif menurut Pelaku Seni Rupa di Kampung Wisata Tamansari Yogyakarta
ALEXANDRO RAKKA SADEWA, Dr. Wiwik Sushartami, M.A.
2025 | Skripsi | PARIWISATA
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pelaku seni rupa di Kampung Wisata Tamansari, Yogyakarta memaknai konsep dan urgensi pariwisata kreatif dalam konteks praktik kesenian mereka. Latar belakang penelitian ini berangkat dari potensi Tamansari sebagai kawasan warisan budaya yang tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi komunitas seni rupa yang aktif berkarya. Dalam konteks tren pariwisata kontemporer, muncul kebutuhan untuk mengembangkan bentuk pariwisata yang lebih partisipatif dan berkelanjutan melalui kreativitas lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku seni, serta dokumentasi kegiatan seni di Kampung Wisata Tamansari. Analisis data dilakukan dengan interpretasi berdasarkan teori pariwisata kreatif Richards (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku seni rupa memahami pariwisata kreatif sebagai bentuk kolaborasi yang menekankan keterlibatan langsung wisatawan dalam aktivitas seni. Bagi mereka, pariwisata kreatif dianggap penting karena membuka peluang ekonomi, memperluas apresiasi terhadap seni lokal, dan memperkuat identitas budaya Kampung Wisata Tamansari. Namun demikian, para seniman juga menyoroti risiko komodifikasi seni yang dapat mengaburkan nilai idealisme berkesenian. Secara umum, penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan pariwisata kreatif di Kampung Wisata Tamansari perlu dilakukan melalui pendekatan bottom-up yang menempatkan pelaku seni sebagai subjek aktif dalam proses kreatif dan pengambilan keputusan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi empiris bagi pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang lebih inklusif, autentik, dan berkelanjutan.
This study aims to explore how visual artists in Tamansari Tourism Village, Yogyakarta, understand and interpret the concept and urgency of creative tourism within their artistic practices. The research stems from Tamansari’s dual character as a heritage site and a vibrant artistic community that continuously produces cultural expressions. In the context of contemporary tourism, there is a growing need to promote participatory and sustainable forms of tourism through local creativity. This study employs a qualitative descriptive approach with a case study method, collecting data through participatory observation, in-depth interviews with local artists, and documentation of artistic activities in Tamansari Tourism Village. Data analysis was conducted through interpretive methods based on Richards’ (2011) theory of creative tourism. The findings reveal that visual artists perceive creative tourism as a collaborative form of tourism that emphasizes direct visitor participation in artistic processes. For them, creative tourism is significant for expanding economic opportunities, enhancing appreciation for local art, and strengthening Tamansari Tourism Village’s cultural identity. However, they also express concerns over the risk of art commodification, which may compromise artistic integrity. Overall, this research highlights that the development of creative tourism in Tamansari Tourism Village should adopt a bottom-up approach, positioning artists as active agents in the creative and decision-making processes. The study contributes to the discourse on community-based tourism by emphasizing inclusivity, authenticity, and sustainability.
Kata Kunci : Pariwisata Kreatif, Pelaku Seni, Seni Rupa, Kampung Wisata Tamansari, Yogyakarta, Pendekatan Bottom-up.