Laporkan Masalah

Menukar Risiko Jalanan dengan Risiko di Layar: Studi Fenomenologi Perjudian Online pada Pengemudi Ojek Online

Georama Jonathan Yustindra, Odam Asdi Artosa, S.Sos., M.A

2025 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian ini mengkaji fenomena perjudian online di kalangan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Sleman, DIY, sebagai manifestasi dari individualisasi risiko di tengah kerentanan ekonomi gig. Fokus penelitian adalah untuk memahami dinamika pengalaman mereka dalam berjudi serta bagaimana mereka memaknai risiko yang melekat pada aktivitas tersebut. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menganalisis data dari wawancara mendalam dengan empat informan pengemudi ojol. Analisis dipandu oleh Teori Masyarakat Risiko (Risk Society) dari Ulrich Beck untuk membedah bagaimana risiko dikonstruksi, dikelola, dan dibebankan pada individu. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan pengemudi ojol dalam perjudian tidak murni didorong oleh krisis finansial, melainkan oleh ilusi “uang instan” yang dipicu oleh pengaruh lingkungan sosial. Perjudian online berfungsi sebagai mekanisme refleksif untuk mengisi ‘Waktu Tunggu’—periode luang penuh kecemasan saat menanti orderan—dan dinormalisasi melalui praktik kolektif dalam komunitas yang menciptakan ‘solidaritas ambigu’. Para pengemudi membangun hierarki risiko, di mana mereka “menukar risiko jalanan” yang terlihat (kecelakaan, pendapatan tidak pasti) dengan “risiko di layar” yang tak terlihat (adiksi, utang). Upaya mencari solusi biografis terhadap kontradiksi sistemik ini justru menciptakan “efek bumerang”; perjudian merusak produktivitas kerja dan melipatgandakan kerentanan yang telah ada. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena ini bukanlah kegagalan moral individu, melainkan dampak dari individualisasi risiko yang memaksa pekerja rentan mencari solusi personal atas masalah sistemik.

This research examines the phenomenon of online gambling among online motorcycle taxi (ojol) drivers in Sleman Regency, DIY, as a manifestation of the individualization of risk amidst the vulnerability of the gig economy. The focus of the study is to understand the dynamics of their gambling experiences and how they interpret the risks inherent in the activity. Using a qualitative method with a phenomenological approach, this research analyzes data from in-depth interviews with four ojol driver informants. The analysis is guided by Ulrich Beck's Risk Society Theory to dissect how risk is constructed, managed, and borne by individuals.Findings indicate that the drivers' involvement in gambling is not purely driven by financial crisis, but rather by the illusion of “instant money” triggered by social environmental influences. Online gambling serves as a reflexive mechanism to fill the ‘Waiting Time’—a period of leisure fraught with anxiety while awaiting orders—and is normalized through collective practices within a community that fosters ‘ambiguous solidarity’. The drivers construct a hierarchy of risk, wherein they “exchange street risks” that are visible (accidents, uncertain income) for “screen risks” that are invisible (addiction, debt). This attempt to find biographical solutions to systemic contradictions ultimately creates a “boomerang effect”; gambling damages work productivity and multiplies pre-existing vulnerabilities. This study concludes that the phenomenon is not an individual moral failure, but rather the consequence of the individualization of risk, which compels vulnerable workers to seek personal solutions for systemic problems.

Kata Kunci : Perjudian Online, Pengemudi Ojek Online, Masyarakat Risiko, Fenomenologi, Individualisasi Risiko

  1. S1-2025-477121-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477121-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477121-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477121-title.pdf