Analisis Tingkat Kemenarikan Objek Wisata dan Kepuasan Pengunjung di Hutan Pinus Asri dan Hutan Pinus Pengger, Yogyakarta
Aida Rana Salsabilla Putri, Dr. Ir. Kaharuddin, S.Hut., M.Si.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Hutan Pinus Asri dan Hutan Pinus Pengger di Yogyakarta dikelola oleh Koperasi Notowono. Data 2022–2024 menunjukkan tren penurunan kunjungan di kedua lokasi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kemenarikan kedua objek wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan tingkat kemenarikan dan kepuasan pengunjung pada Hutan Pinus Asri dan Hutan Pinus Pengger serta untuk mengetahui kemenarikan objek wisata dengan kepuasan pengunjung di Hutan Pinus Asri dan Hutan Pinus Pengger. Penelitian ini menggunakan empat variabel untuk mengukur tingkat kemenarikan dan kepuasan pengunjung. Variabel atraksi dan aksesibilitas digunakan untuk menilai tingkat kemenarikan, sedangkan fasilitas (amenitas) dan kualitas pelayanan digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan. Data dikumpulkan dari 100 responden di masing-masing lokasi melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert (untuk kemenarikan), Customer Satisfaction Index (CSI), uji hubungan (Spearman's Rank), uji perbedaan (Independent Sample t-Test), serta Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kemenarikan dan kepuasan pengunjung antara Hutan Pinus Asri dan Hutan Pinus Pengger. Hutan Pinus Asri memperoleh skor kemenarikan 77,36?n CSI 80%, lebih tinggi dibandingkan Hutan Pinus Pengger dengan 75,40?n CSI 77%. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikan (p < 0 xss=removed>
Hutan Pinus Asri and Hutan Pinus Pengger in Yogyakarta, managed by Notowono Cooperative. Data from 2022-2024 shows a downward trend in visitation at both locations. This condition raises questions related to the attractiveness of the two locations. The purpose of this study is to analyze the differences in the level of attractiveness and visitor satisfaction at Hutan Pinus Asri and Hutan Pinus Pengger and to determine the attractiveness of tourist attractions with visitor satisfaction at Hutan Pinus Asri and Hutan Pinus Pengger. This study uses four variables to measure the level of attractiveness and visitor satisfaction. Attraction and accessibility variables are used to assess the level of attractiveness, while facilities (amenity) and service quality are used to measure the level of satisfaction. Data were collected from 100 respondents in each location through questionnaires. Data were analyzed using a Likert scale (for attractiveness), Customer Satisfaction Index (CSI), relationship test (Spearman's Rank), difference test (Independent Sample t-Test), and Importance Performance Analysis (IPA). This study showed a significant difference in the level of attractiveness and visitor satisfaction between Hutan Pinus Asri and Hutan Pinus Pengger. Hutan Pinus Asri obtained an attractiveness score of 77.36% and a CSI of 80%, higher than Pengger Pine Forest with 75.40% and a CSI of 77%. The t-test results showed a significant value (p < 0 xss=removed>
Kata Kunci : Tingkat Kemenarikan, Tingkat Kepuasan, Hutan Pinus Asri, Hutan Pinus Pengger