Analisis Narasi Komunikasi Keluarga dalam Film Home Sweet Loan (Analisis Naratif Model Tzvetan Todorov terhadap Ketimpangan Komunikasi dalam Keluarga)
BABY PRILLY CANTIKA, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.I.P., M,Si.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi komunikasi keluarga dalam generasi sandwich direpresentasikan dalam film Home Sweet Loan, menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis naratif Tzvetan Todorov. Film ini dipilih karena penggambarannya yang eksplisit tentang ketegangan emosional dan beban ganda yang dialami oleh generasi muda, khususnya perempuan yang terjebak antara menghidupi keluarga inti dan keluarga besar. Tokoh protagonis, Kaluna, melambangkan generasi sandwich yang mengorbankan aspirasi pribadinya demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Melalui lima tahap naratif Todorov: keseimbangan, disrupsi, pengenalan, perbaikan, dan keseimbangan baru, film ini mengungkap transformasi komunikasi keluarga dari dinamika yang awalnya otoriter dan tertutup menjadi perlawanan simbolis terhadap ketidakseimbangan. Adegan-adegan kunci dianalisis untuk mengungkap pola komunikasi yang dominan, termasuk penekanan emosi Kaluna, konfrontasi dengan orang tua dan saudara laki-lakinya, serta keputusan akhirnya untuk meninggalkan rumah. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang digambarkan dalam film mencerminkan pola otoriter dan permisif negatif, yang dicirikan oleh dominasi orang tua dan kurangnya dialog yang setara. Komunikasi interpersonal yang ditampilkan bersifat emosional, terkendali, dan instrumental, memberikan tekanan yang kuat pada anak perempuan sebagai pengasuh emosional keluarga. Kesimpulan dari permasalahan penelitian ini adalah bahwa Home Sweet Loan menawarkan representasi komunikasi keluarga yang berlapis dan kompleks dalam konteks generasi sandwich. Pola komunikasi yang tidak setara menciptakan konflik laten dan terbuka antara Kaluna dan keluarganya, yang pada akhirnya mendorong perubahan naratif dan relasional menuju kemandirian dan rekonstruksi identitas pribadi. Film ini tidak hanya berfungsi sebagai penceritaan sinematik tetapi juga bertindak sebagai cermin sosial yang mencerminkan realitas komunikasi keluarga urban Indonesia, terutama dalam struktur non-egaliter.
Kata kunci: Komunikasi Keluarga, Generasi Sandwich, Narasi Film, Tzvetan Todorov, Komunikasi Otoriter, Home Sweet Loan.
This study aims to analyze how family communication narratives within the sandwich generation are represented in the film Home Sweet Loan, using a qualitative approach with Tzvetan Todorov’s narrative analysis model. The film is selected due to its explicit portrayal of emotional tension and dual burdens experienced by the younger generation particularly women who are caught between supporting their nuclear and extended families. The protagonist, Kaluna, symbolizes the sandwich generation who sacrifices her personal aspirations to fulfill the economic needs of her family. Through Todorov’s five narrative stages equilibrium, disruption, recognition, repair, and new equilibrium the film reveals a transformation in family communication from initially authoritarian and closed dynamics to a symbolic resistance against imbalance. Key scenes were analyzed to uncover the dominant communication patterns, including Kaluna’s emotional suppression, confrontations with her parents and brother, and her final decision to leave home. The findings show that the family communication portrayed in the film reflects authoritarian and negatively permissive patterns, characterized by parental dominance and the lack of equal dialogue. The interpersonal communication displayed is emotional, restrained, and instrumental, placing intense pressure on the female child as the emotional caregiver of the family. The conclusion to the research problem is that Home Sweet Loan offers a layered and complex representation of family communication within the sandwich generation context. The unequal communication patterns create latent and overt conflict between Kaluna and her family, ultimately driving narrative and relational changes toward independence and personal identity reconstruction. The film not only functions as cinematic storytelling but also acts as a social mirror reflecting the realities of urban Indonesian family communication, especially within non-egalitarian structures.
Kata Kunci : Komunikasi Keluarga, Generasi Sandwich, Narasi Film, Tzvetan Todorov, Komunikasi Otoriter, Home Sweet Loan.