Peran Radio Republik Indonesia dalam Melestarikan Kebudayaan Nasional di Era Global dan Implementasinya Terhadap Ketahanan Budaya (Studi pada Programa 4 Dit PP LPP RRI di Jakarta)
Halipah, Dr. Sulistyowati, S.S., M.Hum.; Dr. Iva Ariani, S.S., M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional
Penelitian ini mengkaji peran strategis Radio Republik Indonesia (RRI), khususnya melalui Programa 4 (Pro 4), dalam memperkuat ketahanan budaya nasional di tengah tantangan globalisasi. Konteks penelitian ini adalah meningkatnya ancaman terhadap identitas bangsa akibat derasnya arus budaya asing dan menurunnya minat generasi muda terhadap warisan lokal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana RRI beradaptasi di era digital dan bagaimana implementasi siaran budayanya secara konkret berkontribusi dalam menjaga jati diri bangsa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pejabat struktural RRI dan observasi partisipatif terhadap siaran multi-platform, yang kemudian diperkuat dengan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi peran, strategi, dan implementasi dari program siaran budaya RRI terhadap upaya pelestarian kebudayaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa RRI telah bertransformasi menjadi agen pemajuan kebudayaan yang proaktif melalui inovasi penyiaran digital, meskipun masih menghadapi tantangan rendahnya kesadaran audiens muda. Temuan utama dari penelitian ini adalah identifikasi lima pilar strategis yang dijalankan Pro 4 untuk memperkuat ketahanan budaya: (1) pelestarian dan pemajuan kebudayaan, (2) pengenalan lintas budaya, (3) pemberdayaan komunitas, (4) pendorong inovasi, dan (5) perlawanan terhadap hegemoni budaya asing. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa RRI melalui Pro 4 merupakan instrumen vital dalam menjaga identitas nasional. Direkomendasikan agar RRI memperkuat strategi komunikasi digitalnya untuk meningkatkan keterlibatan audiens muda secara lebih efektif.
This study examines the strategic role of Radio Republik Indonesia (RRI), particularly through Programa 4 (Pro 4), in strengthening national cultural resilience amid the challenges of globalisation. The context of this research is the increasing threat to national identity due to the rapid influx of foreign culture and the declining interest of the younger generation in local heritage. Therefore, this study aims to analyse how RRI is adapting in the digital age and how the implementation of its cultural broadcasts contributes concretely to preserving national identity.
This study uses a qualitative approach with a descriptive-qualitative method. Primary data collection was conducted through in-depth interviews with RRI structural officials and participatory observation of multi-platform broadcasts, which were then reinforced with documentary studies. The collected data were analysed thematically to identify the role, strategies, and implementation of RRI's cultural broadcasting programmes in cultural preservation efforts.
The results of the study show that RRI has transformed into a proactive agent of cultural advancement through digital broadcasting innovation, although it still faces the challenge of low awareness among young audiences. The main finding of this study is the identification of five strategic pillars implemented by Pro 4 to strengthen cultural resilience: (1) cultural preservation and promotion, (2) cross-cultural introduction, (3) community empowerment, (4) innovation promotion, and (5) resistance to foreign cultural hegemony. Based on these findings, it is concluded that RRI through Pro 4 is a vital instrument in maintaining national identity. It is recommended that RRI strengthen its digital communication strategy to increase the engagement of young audiences more effectively.
Kata Kunci : Radio Republik Indonesia (RRI), Pelestarian Kebudayaan, Ketahanan Budaya, Siaran Budaya, Media Digital