Relasi Estetika: Keledi Rumpun Dayak Ibanik pada Panel No.39 Relief Karmawibhangga Candi Borobudur
Adventino Danu, Dr. Samsul Maarif, M.A. ; Dr. Eli Irawati, S.Sn., M.A.
2025 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Penelitian ini mengkaji relasi estetika antara Gourd Mouth Organ yang digambarkan pada relief Karmawibhangga di Candi Borobudur dan Keledi, alat musik tiup tradisional masyarakat Iban di Kalimantan Barat. Melalui pendekatan analisis tekstual dan kontekstual, penelitian ini menyoroti bentuk visual, aspek akustik, serta makna simbolis kedua instrumen dalam konteks budaya yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi hubungan estetika antara kedua medium ini. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode etnografi James Spradley, yang melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi visual, studi ikonografi, dan penelitian arsip. Analisis didasarkan pada teori estetika Deni Junaedi (2021), yang menekankan hubungan antara subjek, objek, dan nilai, yang didukung oleh teori Bahasa Rupa Primadi Tabrani dan pendekatan Teks-Konteks Shin Nakagawa. Temuan menunjukkan bahwa Keledi dan Organ Mulut Labu yang digambarkan dalam relief mengandung nilai estetika ekspresif dan posisional yang terkait dengan spiritualitas dan identitas budaya. Kesimpulannya, benda-benda ini bukanlah peninggalan pasif, melainkan sistem budaya aktif yang menjembatani manusia, alam, dan kosmos dalam kerangka estetika lintas budaya.
This study examines the aesthetic relationship between the Gourd Mouth Organ depicted on the Karmawibhangga relief at Borobudur Temple and the Keledi, a traditional wind instrument of the Iban people in West Kalimantan. Through a textual and contextual analysis approach, this study highlights the visual form, acoustic aspects, and symbolic meanings of both instruments in different cultural contexts. The aim is to explore the aesthetic relationship between these two mediums. This qualitative study employs James Spradley's ethnographic method, which involves participatory observation, in-depth interviews, visual documentation, iconographic studies, and archival research. The analysis is based on Deni Junaedi's (2021) aesthetic theory, which emphasizes the relationship between subject, object, and value, supported by Primadi Tabrani's Visual Language theory and Shin Nakagawa's Text-Context approach. The findings show that the Keledi and Gourd Mouth Organ depicted in the reliefs contain expressive and positional aesthetic values related to spirituality and cultural identity. In conclusion, these objects are not passive relics, but rather active cultural systems that bridge humans, nature, and the cosmos within a cross-cultural aesthetic framework.
Kata Kunci : borobudur temple,karmawibhangga,Gourd Mouth Organ,keledi,musical aesthetics,cross-cultural relations,iban community,cultural heritage,spiritual values.