Pengaruh Kepemimpinan Paradoksal terhadap Perilaku Kerja Inovatif: Peran Mediasi Efikasi Diri Kreatif, dan Peran Moderasi Kompleksitas Integratif dan Dukungan Organisasional Persepsian
Fatimah, Dr. C. Budi Santoso, M. Bus.
2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Penelitian ini mengusulkan kepemimpinan paradoksal sebagai
pendekatan alternatif untuk mengelola dualitas antara kebutuhan pengikut dan
struktural yang melekat dalam perilaku kerja inovatif. Dengan mengintegrasikan
teori paradoks, teori kognitif sosial, dan teori pertukaran sosial, penelitian
ini mengembangkan model untuk menguji mekanisme pengaruh kepemimpinan
paradoksal terhadap perilaku kerja inovatif melalui interaksi antara efikasi
diri kreatif, kompleksitas integratif, dan dukungan organisasional persepsian.
Survei dilakukan terhadap 254 karyawan sektor formal di Indonesia, mencakup
organisasi swasta, publik, dan BUMN, dengan analisis menggunakan Structural
Equation Modelling (SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil analisis menunjukkan bahwa
kepemimpinan paradoksal berpengaruh positif terhadap perilaku kerja inovatif,
dengan efikasi diri kreatif memediasi parsial hubungan tersebut. Kompleksitas
integratif tidak terbukti memoderasi pengaruh kepemimpinan paradoksal terhadap
efikasi diri kreatif, sedangkan dukungan organisasional persepsian terbukti
memoderasi pengaruh efikasi diri kreatif terhadap perilaku kerja inovatif.
Secara teoretis, temuan ini memperkuat relevansi teori paradoks, teori kognitif
sosial, dan teori pertukaran sosial dalam menjelaskan interaksi antara faktor
psikologis, dan kontekstual organisasi yang memengaruhi efektivitas
kepemimpinan paradoksal dalam mendorong perilaku kerja inovatif. Secara
praktis, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi organisasi untuk
mengadopsi gaya kepemimpinan paradoksal untuk meningkatkan kreativitas dan
mendorong perilaku kerja inovatif karyawan, serta mendesain sistem organisasi
yang mendukung dan menghargai upaya inovasi karyawan.
This study proposes that organizations adopt paradoxical
leadership to manage organizational and individual demands inherent in
innovative work behavior. Integrating paradox theory, social cognitive theory,
and social learning theory, this study develops a model of how paradoxical
leadership impacts innovative work behavior through the interaction between
creative self-efficacy, integrative complexity, and perceived organizational
support. Survey was conducted among individuals employed in formal sector organizations,
including private, public, and state-owned enterprises in Indonesia. A total of
254 responses were collected and analyzed using Structural Equation Modeling
(SEM). The findings indicate that paradoxical leadership fosters innovative
work behavior, both directly and indirectly through creative self-efficacy.
However, integrative complexity did not moderate the relationship between
paradoxical leadership and creative self-efficacy. Finally, perceived
organizational support was found to strengthen the link between creative
self-efficacy and innovative work behavior. Overall, this study reinforces the
relevance of paradoxical leadership in navigating the inherent tensions between
individual and structural demands in innovative work behavior, while
highlighting the potential roles of cognitive, psychological, and
organizational contextual factors in moderating and enabling this relationship.
The findings encourage leaders to adopt a paradoxical leadership style to
strengthen employees’ creative self-efficacy and innovation, supported by
organizational systems that value and reward innovative efforts of the
employee.
Kata Kunci : Kepemimpinan Paradoksal, Perilaku Kerja Inovatif, Efikasi Diri Kreatif, Kompleksitas Integratif, Dukungan Organiasional Persepsian