Laporkan Masalah

Tuturan Keberpihakan Netizen terhadap Perempuan dalam Kasus KDRT CIN di Komentar Instagram @lambeturah: Studi Sosiopragmatik

Putri Ambarwati, Dr. Sailal Arimi, M.Hum

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk keberpihakan netizen terhadap perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melalui analisis tindak tutur dalam komentar pada unggahan Instagram di @lambeturah terkait kasus Cut Intan Nabila (CIN). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur literal lebih dominan dibandingkan tindak tutur non-literal, yaitu tindak tutur literal 45 data dan non literal 155 data. Hal ini menunjukkan bahwa netizen cenderung menyampaikan komentar secara langsung, meskipun sebagian juga bermaksud memengaruhi korban. Dari segi fungsi tindak tutur, ditemukan tiga jenis utama yaitu asertif (29 data), direktif (107 data), dan ekspresif (64 data), dengan fungsi direktif paling menonjol, terutama dalam bentuk menyarankan, memerintah, menasihati, dan mengajak korban untuk bertindak. Fungsi ekspresif juga menunjukkan keterlibatan emosional netizen, khususnya dalam bentuk simpati, marah, dan kecewa. Adapun bentuk keberpihakan netizen meliputi provokasi (110 data), dukungan (38 data), simpati (40 data), dan nasihat (12 data), dengan provokasi sebagai bentuk paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa netizen tidak hanya menunjukkan empati, tetapi juga secara aktif membentuk opini di samping yang berpihak pada korban perempuan melalui media sosial.

This study aims to examine the forms of netizens’ alignment with female victims of domestic violence (KDRT) through an analysis of speech acts in comments on Instagram @lambeturah posts related to the case of Cut Intan Nabila (CIN). This research employs a descriptive qualitative method with a sociopragmatic approach. The findings indicate that literal speech acts are more dominant than non-literal speech acts, with 45 instances of literal speech acts and 155 instances of non-literal speech acts. This suggests that netizens tend to express their comments in a direct and literal manner, although some also intend to influence the victim’s behavior. Regarding speech act functions, three main types were identified: assertive (29 data), directive (107 data), and expressive (64 data), with directive functions being the most prevalent particularly in the form of suggestions, commands, advice, and encouragement for the victim to take action. Expressive functions also reveal the emotional involvement of netizens, especially in the forms of sympathy, anger, and disappointment. Furthermore, the forms of netizens’ alignment include provocation (110 data), support (38 data), sympathy (40 data), and advice (12 data), with provocation being the most dominant. These findings indicate that netizens not only express empathy but also actively shape public opinion that sides with female victims through social media platforms.

Kata Kunci : keberpihakan, netizen, KDRT, tindak tutur, sosiopragmatik, Instagram

  1. S2-2025-513747-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513747-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513747-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513747-title.pdf