Penggunaan Intervensi Berbasis Alam untuk Masalah Depresi dan Kecemasan di Wilayah Asia-Pasifik: A Scoping Review
Syarifa Yurizdiana, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Gangguan depresi dan kecemasan menjadi gangguan mental yang paling umum secara global, dengan salah satu faktor risiko yang terlihat yaitu adanya keterbatasan akses ke lingkungan alam. Berbagai bukti ilmiah mendukung berkembangnya intervensi berbasis alam (NBI), namun kurangnya pemetaan sistematis atas NBI yang masih menggunakan variasi praktik yang luas, memunculkan kesulitan dalam memahami efikasinya. Penelitian sebelumnya baru memetakan beberapa negara Asia-Timur yang terlihat sudah melaksanakan metode NBI dengan lebih terstruktur. Tinjauan literatur ini ditujukan untuk memetakan studi dari wilayah Asia-Pasifik yang memiliki relevansi regional dengan Asia Timur untuk melihat penggunaan NBI dalam menangani depresi dan kecemasan, khususnya agar bermanfaat bagi negara berkembang di kawasan Asia-Pasifik yang prevalensi depresi dan kecemasannya lebih tinggi. Proses pencarian yang melibatkan enam database akademik menghasilkan 3.389 artikel, dengan jumlah akhir yang diseleksi 29 artikel. Hasil ekstraksi data menemukan sebagian besar studi berasal dari Republik Korea Selatan, serta terdapat satu studi dari India, Iran, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Turki. NBI yang digunakan sebagian besar ditujukan dalam menangani gejala gangguan depresi, dan sebagian lain terhadap kondisi depresi dan kecemasan hingga ke gejala gangguan. Bentuk umum NBI yang digunakan yaitu intervensi dengan elemen hutan yang seluruhnya dilakukan di Korea Selatan, kegiatan hortikultura, pemanfaatan hewan, dan lingkungan hijau sekitar rumah. Sebagian besar studi menghadirkan pemandu dalam prosedur NBI, namun tidak seluruhnya pemandu bersertifikat. Terdapat beberapa studi yang menemukan hasil tidak signifikan pada evaluasi dari efek NBI, walau tren penurunan tingkat depresi dan kecemasan tetap terlihat secara keseluruhan. Dari keseluruhan studi, terdapat 7 artikel yang membahas NBI sebagai konsep pengobatan komplementer atau alternatif.
Depression and anxiety are among the most common mental health disorders globally, with one notable risk factor being the limited access to natural environments. A growing body of scientific evidence has supported the development of nature-based interventions (NBI). Nevertheless, a systematic mapping of these practices remains lacking, making it difficult to achieve a comprehensive understanding of NBI. The current review highlights several East-Asian countries that have continued to implement NBI using more structured approaches. Hence, this scoping review aims to provide a comprehensive overview of studies in Asia-Pacific, particularly those with regional relevance to East-Asian countries on the use of NBI for depression and anxiety. This is specially important to provide insights for low-and middle-income countries in Asia-Pacific, which have a higher prevalence of depression and anxiety. A systematic search across six academic databases yielded 3,389 articles, with 29 included for extraction. Data extraction revealed that the majority of studies originated from the Republic of Korea, with six other studies each from India, Iran, Japan, Malaysia, Singapore, and Turkey. Most NBIs targeted symptoms of depressive disorders, with others addressed both depression and anxiety as conditions and symptoms of mental disorders. Common forms of NBI included forest therapy, all conducted in South Korea, horticultural activities, animal-assisted therapies, and activities on green spaces around home. While most studies included guides in the NBI procedures, not all guides were certified. Several studies reported insignificant results in evaluating the effects of NBI, although a general trend toward reducing levels of depression and anxiety remained. Seven articles discussed NBI as a complementary or alternative treatment approach.
Kata Kunci : depresi, kecemasan, intervensi berbasis alam, Asia-Pasifik, scoping review / depression, anxiety, nature-based intervention, Asia-Pacific, scoping review