Laporkan Masalah

Analisis Kerawanan Pangan Rumah Tangga di Indonesia Tahun 2024 (Food Insecurity Experience Scale/FIES)

Dwi Maryani Astuti, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P, dan Dr. Agr. Evita Hanie Pangaribowo, S.E., M.IDEC.

2025 | Tesis | S2 Kependudukan

Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang pemenuhannya tidak dapat ditunda-tunda. Akan tetapi, tidak semua orang mempunyai kemudahan untuk memperoleh pangan yang dibutuhkan yang berisiko menimbulkan kerawanan pangan. Hingga saat ini kelaparan terus berdampak pada ratusan juta orang di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Kerawanan pangan sedang dan berat di Indonesia hingga saat ini masih lebih tinggi dari target yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan status kerawanan pangan rumah rumah tangga dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status kerawanan pangan rumah tangga di Indonesia.

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa raw data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret tahun 2024, Potensi Desa (Podes) 2024, dan Kerangka Sampel Area (KSA) padi 2024. Identifikasi status kerawanan pangan rumah tangga dalam penelitian ini menggunakan pengukuran skala kerawanan pangan yang dikembangkan oleh FAO yaitu Skala Pengalaman Kerawanan Pangan/Food Insecurity Experience Scale (FIES). Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu secara kuantitatif berupa analisis deskriptif dan inferensia dengan menggunakan analisis regresi logistik ordinal multilevel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2024 masih terdapat 16,37 persen rumah tangga berada pada kondisi mengalami kerawanan pangan yang terdiri dari kerawanan pangan ringan sebesar 11,50 persen, kerawanan pangan sedang sebesar 3,22 persen, dan kerawanan pangan berat sebesar 1,66 persen. Sementara itu, rumah tangga yang termasuk dalam kategori tahan pangan sebesar 83,62 persen. Kecenderungan rumah tangga untuk mengalami kerawanan pangan yang lebih berat terjadi pada rumah tangga dengan KRT yang berumur lebih muda, KRT laki-laki, KRT berpendidikan SMP ke bawah, KRT yang tidak bekerja, KRT yang tidak menikah, rumah tangga yang tidak memiliki rumah sendiri, jumlah ART yang lebih sedikit, tidak memiliki sumber air minum layak, sanitasi tidak layak, menerima bantuan pangan, pengeluaran per kapita lebih rendah, tinggal di wilayah perdesaan, produksi padi yang lebih rendah, jarak kelompok pertokoan dan pasar yang lebih jauh, dan kejadian bencana yang lebih tinggi.

Food is a basic human need that cannot be postponed. However, not everyone has easy access to the food they need, which puts them at risk of food insecurity. To this day, hunger continues to affect hundreds of millions of people around the world, including in Indonesia. The levels of moderate and severe food insecurity in Indonesia remain higher than the targeted goals. This study aims to describe the household food insecurity status and analyze the factors influencing household food insecurity in Indonesia.
The data used in this study are secondary data derived from the March 2024 National Socioeconomic Survey (Susenas), the 2024 Village Potential Survey (Podes), and the 2024 Rice Area Sampling Frame (KSA). The identification of household food insecurity status in this study uses a measurement scale developed by the FAO, namely the Food Insecurity Experience Scale (FIES). The research method employed is quantitative, using both descriptive and inferential analyses through multilevel ordinal logistic regression.
The results show that in 2024, approximately 16.37 percent of households experienced some level of food insecurity, consisting of 11.50 percent in mild food insecurity, 3.22 percent in moderate food insecurity, and 1.66 percent in severe food insecurity. Meanwhile, 83.62 percent of households were categorized as food secure. Households were more likely to experience more severe food insecurity if they had a younger household head, a male household head, a household head with education below junior high school, an unemployed household head, an unmarried household head, did not own their house, had fewer household members, lacked access to safe drinking water, had inadequate sanitation, received food assistance, had lower per capita expenditure, lived in rural areas, had lower rice production, were located farther from shopping centers or markets, and lived in areas with higher disaster occurrence.

Kata Kunci : kerawanan pangan, food insecurity experience scale (FIES), regresi logistik ordinal multilevel, rumah tangga

  1. S2-2025-527869-abstract.pdf  
  2. S2-2025-527869-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-527869-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-527869-title.pdf