Perancangan Model Bisnis “Unity Zone” Integrasi Layanan Hiburan Billiard dan Perawatan Kendaraan
RM. Yandhito Alan Kusumo, Bayu Sutikno, S.E.,M.S.M., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten
Bantul mencerminkan tingginya kebutuhan akan layanan perawatan kendaraan
seperti cuci motor dan mobil. Namun, sebagian besar penyedia jasa belum
memberikan pengalaman yang nyaman bagi pelanggan selama masa tunggu. Di sisi
lain, billiard semakin populer di kalangan generasi muda, namun masih sering
diasosiasikan dengan lingkungan yang kurang ramah keluarga. Ketimpangan ini
menjadi peluang untuk mengintegrasikan dua layanan dalam satu konsep yang
sehat, produktif, dan menyenangkan.
Penelitian ini bertujuan merancang model bisnis Unity
Zone sebagai integrasi layanan hiburan billiard dan cuci kendaraan bermotor.
Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods melalui wawancara pelaku
usaha dan survei berbasis Peta Empati terhadap konsumen di Daerah Istimewa
Yogyakarta. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC)
yang mencakup sembilan elemen utama.
Unity Zone menghadirkan layanan terpadu cuci kendaraan
dan hiburan billiard dalam satu tempat yang nyaman, bersih, dan bebas rokok
serta alkohol. Pelanggan dapat mengisi waktu tunggu dengan aktivitas positif
dalam suasana ramah keluarga. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kerja
sama dengan komunitas serta konten kreator lokal. Hubungan pelanggan dijaga
melalui layanan ramah, program loyalti, dan sistem membership. Pendapatan
diperoleh dari layanan inti, penjualan paket bundling, makanan-minuman, serta
kolaborasi event dan UMKM lokal.
Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa seluruh skenario (optimis, normal, dan pesimis) menghasilkan NPV positif, IRR di atas suku bunga acuan, dan payback period yang singkat. Hal ini membuktikan bahwa Unity Zone layak dikembangkan sebagai usaha inovatif dan berkelanjutan. Rencana aksi terbagi ke dalam tahap persiapan, eksekusi, dan evaluasi lanjutan untuk menjamin kelangsungan dan pertumbuhan bisnis.
The increasing number of motorized vehicles in Bantul
Regency indicates a growing need for vehicle maintenance services such as car
and motorcycle washing. However, most service providers fail to offer a
pleasant waiting experience for customers. Meanwhile, billiards is gaining
popularity among young people but is still often associated with environments
that are not family-friendly. This mismatch presents an opportunity to
integrate the two services into a healthy, productive, and enjoyable concept.
This research aims to design the Unity Zone business
model, integrating billiard entertainment and motor vehicle washing services.
The study uses a mixed-methods approach, combining interviews with business
owners and empathy map-based surveys of consumers in the Yogyakarta Special
Region. The analysis adopts the Business Model Canvas (BMC) framework, covering
nine essential components.
Unity Zone offers a one-stop service that combines
vehicle washing and billiard entertainment in a clean, comfortable, smoke-free,
and alcohol-free setting. Customers can spend their waiting time engaging in
positive activities in a family-friendly environment. Promotion strategies
include social media marketing and collaborations with communities and local
content creators. Customer relationships are maintained through friendly
service, loyalty programs, and a membership system. Revenue streams include core
services, bundled packages, food and beverage sales, and collaborations with
events and local SMEs.
Financial feasibility analysis shows that under all
scenarios (optimistic, normal, and pessimistic), the business generates
positive NPV, IRR exceeding benchmark rates, and short payback periods,
indicating that Unity Zone is a financially viable, innovative, and sustainable
business. The action plan is divided into preparation, execution, and
evaluation stages to ensure business continuity and growth.
Kata Kunci : Model Bisnis, Unity Zone, Business Model Canvas, One-Stop Service, Cuci Kendaraan, Billiard, Kelayakan Finansial, Peta Empati.