Melumbung untuk Melambung: Pemajuan Kebudayaan Melalui Pemberdayaan Komunitas Seni Orang Muda di Destinasi Pariwisata Labuan Bajo
Abdul Masli, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si.
2025 | Tesis | S2 Antropologi
Industri pariwisata menyebabkan kota Labuan Bajo tumbuh cepat nyaris satu dasawarsa belakangan. Pertumbuhan itu lantas menyebabkan perubahan kehidupan warganya yang mengikuti kepentingan pasar. Agenda kepariwisataan cenderung memandang masyarakat hanya sebagai objek sasaran pembangunan. Kondisi tersebut menggugah sekelompok orang muda yang tergabung dalam Komunitas Videoge menggerakkan upaya-upaya kreatif-kontekstual berbasis kewargaan untuk memastikan budaya tempatan tidak tercerabut dari akarnya dan membangun daya tawar. Mereka bergerak melalui praktik kesenian pada isu-isu yang sehari-hari dan berbasis pengalaman lokal-personal dengan program pergelaran budaya Pesta Kampung. Program pemberdayaan didesain sebagai penelitian antropologi aksi dengan pendekatan partisipatif-kolaboratif melalui observasi, wawancara mendalam, diskusi Kelompok Terpumpun, studi arsip dan literatur, dan penyusunan buku festival sebagai ekosistem. Hasil program pemberdayaan ini menemukan bahwa pergelaran budaya berbasis komunitas sebagai cara alternatif penguatan budaya dan masyarakat lewat seni paritisipatif-kolektif di akar rumput. Pesta Kampung dibentangkan sebagai ekosistem budaya yang datang dari inisiatif warga dengan kesadaran bahwa berkarya dan berkomunitas adalah sepasang cara untuk berdaya. Pesta Kampung diposisikan sebagai gerakan kolektif seni orang muda untuk mengupayakan swadaya informasi dan alih wahana pengetahuan lokal di tengah gempuran pembangunan pariwisata di Labuan Bajo. Pesta Kampung digerakkan secara mandiri dan menghadirkan sesuatu yang sudah tidak dijumpai di keseharian, tapi informasinya masih dijumpai dalam ingatan kolektif warga lewat giat Telusur-Rekam-Salur. Program ini menghasilkan model ekosistem budaya yang berkelanjutan mesti ditopang lewat komunitas, penelitian dan inovasi, pergelaran budaya, kewirausahaan komunitas, dan praktik pengarsipan. Pendekatan partisipatif-kolaboratif berbasis tempatan merupakan model pendekatan yang efektif dan inklusif dalam menggerakkan pergelaran budaya untuk mengaktivasi sumber daya warga membangun keberdayaan.
The rapid growth of the tourism industry over the past decade has significantly transformed the town of Labuan Bajo. This development has brought about shifts in the local community’s way of life, often aligning with market-driven interests. Tourism agendas frequently position local communities merely as objects of development rather than active participants. In response to this condition, a group of young individuals organized under the Videoge Community initiated creative, contextual, and citizenship-based efforts to ensure that local culture remains rooted and gains greater bargaining power. These initiatives are realized through artistic practices grounded in everyday issues and local-personal experiences, most notably through a cultural performance program known as Pesta Kampung. This empowerment program was conducted as an action anthropology research project, employing a participatory and collaborative approach. Data collection methods included observation, in-depth interviews, focus group discussions, archival and literature studies, as well as the development of a festival book as part of the cultural ecosystem framework. The findings indicate that community-based cultural performances serve as an alternative strategy for strengthening both cultural identity and social cohesion through participatory and collective art practices at the grassroots level. Pesta Kampung functions as a cultural ecosystem initiated by citizens who recognize that artistic expression and community engagement are integral to empowerment. The cultural performance is positioned as a youth-led collective art movement aimed at fostering informational self-reliance and facilitating the transmission of local knowledge amidst the pressures of tourism development in Labuan Bajo. Organized independently, Pesta Kampung revives cultural elements that are no longer part of daily life yet persist in the community’s collective memory through the Telusur-Rekam-Salur (Explore-Record-Transmit) initiative. This program produces a model for a sustainable cultural ecosystem, which requires support through community participation, research and innovation, cultural events, community-based entrepreneurship, and archiving practices. The locally grounded participatory-collaborative approach has proven to be both effective and inclusive in mobilizing cultural performances that activate community resources and promote local empowerment.
Kata Kunci : Pariwisata, Pemajuan Kebudayaan, Pergelaran Budaya, Ekosistem Budaya, Keberdayaan Komunitas.