Laporkan Masalah

Tantangan Duta Generasi Berencana dalam Advokasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Kabupaten Sleman, DIY

Ferdeo, Prof. Dr. Atik Triratnawati, M.A.

2025 | Tesis | S2 Antropologi

Sebagai agen KEMENDUKBANGGA/BKKBN dalam misi biopolitik, Duta GenRe menempati posisi strategis dalam membentuk kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi dan otonomi tubuh untuk mencegah Triad KRR. Peran mereka dinilai sangat krusial dalam rangka mewujudkan tujuan nasional Indonesia Emas 2045 dan komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alasan dibalik partisipasi para remaja dalam program GenRe sebagai Duta GenRe, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan multidimensional yang mereka hadapi.

Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan penekanan pada perspektif emik. Seluruh partisipan terpilih didapat melalui metode purposive sampling. Data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalaman dan observasi, serta data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Seluruh data dianalisis dengan teknik narrative analysis. Penelitian dilaksanakan di Sleman sejak September 2024 hingga Februari 2025.

Hasil penelitian menunjukan, bahwa latar belakang para Duta GenRe sangat mempengaruhi keterlibatan mereka dalam program GenRe. Sekalipun dianggap sebagai representasi yang ideal, mereka masih menghadapi tantangan berupa dukungan institusi yang tidak sepadan, tabu sosial, benturan norma antar generasi, hingga standar maskulinitas. Tingginya prevalensi perilaku seksual berisiko di kalangan remaja "Kota Pelajar" turut menambah kompleksitasnya. Ketegangan antara identitas pribadi, ekspektasi institusional, serta representasi publik, menuntut mereka untuk beradaptasi demi menjaga nilai dari gelar yang mereka sandang. Keterbukaan informasi, ruang yang aman untuk bertumbuh dan berkembang, serta pendekatan kritis dan inklusif terhadap hak-hak yang bersifat fundamental sangat krusial dalam diskursus ini. Sinergi antar sektor perlu diperkuat dengan tujuan berkelanjutan yang lebih dari sekadar pengakuan simbolik.

As agents of KEMENDUKBANGGA/BKKBN in carrying out biopolitical mission, Duta GenRe occupy a strategic position in shaping adolescent awareness regarding reproductive health and bodily autonomy, with the aim of preventing the Triad KRR. Their role is considered highly crucial in realizing Indonesia's national vision of Indonesia Emas 2045 and the global commitments embedded in the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in the area of good health and well-being. This study aims to examine the motivations behind adolescents' participation in the GenRe Program as ambassadors, while also identifying the multidimensional challenges they face.

This study adopts a qualitative methodology with a phenomenological approach, emphasizing the emic perspective. All participants were selected through purposive sampling. Primary data were obtained through in-depth interviews and observation, while secondary data were collected through literature review. All data were analyzed using narrative analysis techniques. The research was conducted in Sleman from September 2024 to February 2025.

The findings reveal that the personal backgrounds of the Duta GenRe significantly influence their engagement in the program. Despite being perceived as ideal representations, they continue to face challenges such as inadequate institutional support, social taboos, intergenerational normative conflicts, and hegemonic standards of masculinity. The high prevalence of risky sexual behaviors among adolescents in the so-called "Student City" further complicates the situation. The tension between personal identity, institutional expectations, and public representation demands that they continuously adapt to uphold the values associated with their title. Transparency of information, safe spaces for growth and development, and a critical and inclusive approach to fundamental rights are essential in this discourse. Cross-sectoral synergy must be strengthened to pursue sustainable goals that go beyond symbolic recognition.

Kata Kunci : Duta GenRe, Triad KRR, Kesehatan Reproduksi, Tantangan / Duta GenRe, Triad KRR, Reproductive Health, Challenges

  1. S2-2025-512574-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512574-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512574-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512574-title.pdf