ANALISIS STRATEGI KEMITRAAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PT TELKOM INFRASTRUKTUR INDONESIA (TIF) DALAM PASAR B2B
Ade Dwi Anggoro, Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
ABSTRAK
Dalam era transformasi digital dan adopsi
teknologi 5G yang pesat, industri telekomunikasi Indonesia mengalami perubahan
signifikan, khususnya dalam segmen Business-to-Business
(B2B). PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), sebagai anak perusahaan PT
Telkom Indonesia, menghadapi persaingan yang semakin ketat akibat meningkatnya
jumlah pemain baru, baik dari perusahaan telekomunikasi lain maupun perusahaan
non-Telco. Meskipun memiliki infrastruktur
yang luas dan kuat, tingkat penetrasi pasar B2B Telkom masih relatif rendah
dibandingkan dengan potensi pasar yang ada. Oleh karena itu, strategi kemitraan
menjadi krusial bagi TIF untuk meningkatkan daya saingnya di pasar B2B.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
dan mengevaluasi strategi kemitraan yang paling efektif bagi PT Telkom
Infrastruktur Indonesia (TIF) dalam meningkatkan daya saing di segmen B2B,
dengan menganalisis opsi Joint venture, Contractual Agreement,
dan Akuisisi serta menentukan mitra strategis yang paling sesuai berdasarkan
faktor keselarasan bisnis, teknologi, dan potensi sinergi pasar. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan
studi kasus pada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), yang bertujuan untuk
mengeksplorasi strategi kemitraan melalui analisis SWOT dan Quantitative
Strategic Planning Matrix (QSPM). Data dikumpulkan melalui studi literatur,
kuesioner, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan
empat responden utama yang merupakan manajemen kunci dan pengambil keputusan di
TIF, guna memastikan validitas temuan serta memperoleh rekomendasi strategi
kemitraan yang paling optimal.
Hasil penelitian menunjukan bahwa aliansi
strategis memainkan peran krusial dalam mendukung proses transformasi dan
pertumbuhan TIF di pasar B2B. Beberapa calon mitra strategis memiliki
kesesuaian dengan karakteristik layanan dan produk yang ditawarkan oleh TIF.
Penelitian ini menyajikan rekomendasi strategis bagi TIF dalam merumuskan
pendekatan kemitraan yang efektif, dengan menekankan pada pemilihan mitra yang
paling sesuai, penerapan model kerja sama yang tepat, serta optimalisasi
pengelolaan kemitraan. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan
akuisisi pelanggan baru, mendorong pertumbuhan pendapatan, dan memperkuat daya
saing TIF dalam segmen pasar B2B.
ABSTRACT
In the era of
digital transformation and rapid adoption of 5G technology, Indonesia's
telecommunications industry is experiencing significant changes, especially in
the Business-to-Business (B2B) segment. PT Telkom Infrastruktur Indonesia
(TIF), as a subsidiary of PT Telkom Indonesia, faces increasingly fierce competition
due to the increasing number of new players, both from other telecommunications
companies and non-Telco companies. Despite having extensive and strong
infrastructure, Telkom's B2B market penetration rate is still relatively low
compared to the existing market potential. Therefore, partnership strategy is
crucial for TIF to improve its competitiveness in the B2B market.
This study
aims to identify and evaluate the most effective partnership strategy for PT
Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) in improving competitiveness in the B2B
segment, by analysing Joint venture, Contractual Agreement, and Acquisition options
and determining the most suitable strategic partner based on business alignment,
technology, and potential market synergy factors. This research uses descriptive
qualitative and quantitative methods with a case study approach at PT Telkom
Infrastruktur Indonesia (TIF), which aims to explore partnership strategies through
SWOT analysis and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Data was
collected through literature review, questionnaires, in-depth interviews, and Focus
Group Discussions (FGDs) with who are key management and decision makers at
TIF, to ensure the validity of the findings and to obtain recommendations for
the most optimal partnership strategy.
The results
showed that strategic alliances play a crucial role in supporting TIF's
transformation process and growth in the B2B market. Some potential strategic
partners have a good fit with the characteristics of the services and products
offered by TIF. This research presents strategic recommendations for TIF in
formulating an effective partnership approach, with emphasis on selecting the most
suitable partners, implementing the right cooperation model, and optimising partnership
management. The implementation of this strategy is expected to increase new
customer acquisition, drive revenue growth, and strengthen TIF's
competitiveness in the B2B market
segment
Kata Kunci : Kata Kunci: Kemitraan strategis, QSPM, analisis SWOT, daya saing pasar B2B, PT Telkom Infrastruktur Indonesia.