LIVABILITAS KORIDOR SIMPANG LIMA KOTA TUA AMPENAN SEBAGAI PEMBANGKIT AKTIVITAS DI KAWASAN SEKITAR
Muh. Haikal Al-Giffari, Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng.
2025 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA
Kota Tua Ampenan merupakan kawasan bersejarah di Kota
Mataram yang memiliki nilai arsitektural khas Art Deco dan dahulu
berfungsi sebagai pelabuhan penting. Namun, saat ini vitalitas kawasan tersebut
mengalami penurunan, ditandai oleh banyaknya bangunan bersejarah yang rusak dan
tidak terawat, khususnya di sepanjang Koridor Simpang Lima.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat livabilitas
Koridor Simpang Lima dan menganalisis pengaruhnya terhadap pembangkitan
aktivitas masyarakat di kawasan sekitar. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif-deskriptif dengan analisis skoring terhadap empat elemen
livabilitas, yaitu aksesibilitas, penggunaan lahan, kenyamanan dan keamanan,
serta memorabilitas. Selanjutnya, analisis regresi linier berganda digunakan
untuk mengukur pengaruh masing-masing faktor terhadap aktivitas masyarakat
dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koridor
Simpang Lima berada pada tingkat livabilitas sedang dengan skor total 109.
Keempat faktor livabilitas berpengaruh terhadap pembangkitan aktivitas dengan
nilai Adjusted R2 sebesar 78%, di mana kontribusi tertinggi
berasal dari aksesibilitas (11.466) dan kenyamanan-keamanan (11.219).
Berdasarkan hasil tersebut, disusun rekomendasi penataan
dengan konsep Livable Cultural Heritage, yang mengintegrasikan aspek
historis dengan kebutuhan ruang publik masa kini. Konsep ini menekankan
pentingnya menjadikan Koridor Simpang Lima sebagai ruang aktif, inklusif, dan
dinamis, tanpa menghilangkan karakter warisan budaya. Rekomendasi fokus pada
peningkatan aksesibilitas, kenyamanan ruang, keragaman fungsi, serta peningkatan
identitas visual kawasan sebagai upaya mendorong vitalitas kawasan secara
menyeluruh. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
pengembangan ilmu rancang kota dan menjadi acuan bagi Pemerintah Kota Mataram
dalam penataan Kawasan Kota Tua Ampenan.
Kata Kunci: Kawasan Cagar Budaya, Kota Tua Ampenan, Livabilitas Koridor, Pembangkitan Aktivitas, Penataan Koridor.
The Old Town of Ampenan is a historic area in the city of Mataram that has distinctive Art Deco architectural value and once served as an important port. However, the vitality of this area has declined, as evidenced by the large number of historic buildings that are damaged and poorly maintained, especially along the Simpang Lima Corridor.
This study aims to assess the livability level of the Simpang Lima Corridor and analyze its impact on community activities in the surrounding area. The research employs a quantitative-descriptive approach with a scoring analysis of four livability elements: accessibility, land use, comfort and safety, and memorability. Furthermore, multiple linear regression analysis was used to measure the influence of each factor on community activities with the assistance of SPSS software. The results of the study indicate that the Simpang Lima Corridor is at a moderate livability level with a total score of 109. The four livability factors influence the generation of activities with an Adjusted R2 value of 78%, where the highest contribution comes from accessibility (11.466) and comfort-safety (11.219).
Based on these results, recommendations for planning were developed using the Livable Cultural Heritage concept, which integrates historical aspects with current public space needs. This concept emphasizes the importance of making the Simpang Lima Corridor an active, inclusive, and dynamic space without losing its cultural heritage character. The recommendations focus on improving accessibility, spatial comfort, functional diversity, and enhancing the visual identity of the area as efforts to promote the overall vitality of the area. These findings are expected to contribute to the development of urban design science and serve as a reference for the Mataram City Government in the planning of the Ampenan Old Town Area.
Keywords: Activity Revitalization, Ampenan Old Town, Corridor Planning, Cultural Heritage Area, Livability Corridor.
Kata Kunci : Kawasan Cagar Budaya, Kota Tua Ampenan, Livabilitas Koridor, Pembangkitan Aktivitas, Penataan Koridor.